KabarDermayu.com – Tren investasi di masyarakat Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan, seiring dengan dinamika global yang memengaruhi pasar keuangan. Banyak investor kini mulai mencari instrumen investasi yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga memiliki risiko minim dan berpegang pada prinsip etis syariah.
Kekuatan investasi syariah di Indonesia semakin terlihat jelas. Berdasarkan Laporan Statistik Pasar Modal Syariah yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir tahun 2025, nilai transaksi investor syariah mengalami lonjakan luar biasa hingga 104%, mencapai angka Rp11,2 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan total kapitalisasi pasar modal syariah yang kini telah menyentuh Rp8.900 triliun.
Salah satu cara untuk mengakses instrumen investasi syariah adalah melalui Surat Berharga Negara (SBN) Syariah, termasuk Sukuk Tabungan seri ST016 yang baru saja diluncurkan. ST016 hadir sebagai alternatif investasi syariah yang ditujukan khusus bagi individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia (WNI).
Instrumen investasi syariah ini hadir dalam dua seri yang berbeda. Pertama adalah Sukuk Tabungan Seri ST016T2 dengan tenor 2 tahun, dan yang kedua adalah Green Sukuk Seri ST016T4 dengan tenor 4 tahun. Masa penawaran kedua seri ini dibuka mulai tanggal 8 Mei 2026 hingga 3 Juni 2026. Sukuk Tabungan ini ditawarkan melalui Mitra Distribusi di pasar perdana domestik. Meskipun tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, ST016 memiliki fasilitas pencairan lebih awal atau early redemption sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kedua seri Sukuk Tabungan ini menawarkan tingkat imbalan atau kupon yang bersifat mengambang dengan batas minimal atau floating with floor. Tingkat imbalan pertama atau floor untuk ST016T2 (tenor 2 tahun) ditetapkan sebesar 6,05% per tahun, yang dihitung dari suku bunga Bank Indonesia (BI rate) ditambah 130 basis poin. Sementara itu, untuk ST016T4 (tenor 4 tahun), tingkat imbalan floor-nya adalah 6,25% per tahun, yaitu BI rate ditambah 150 basis poin. Tingkat imbalan ini ditawarkan kepada investor individu Warga Negara Indonesia.
Penerbitan ST016T2 dan Green Sukuk Seri ST016T4 memiliki beberapa tujuan penting. Di antaranya adalah untuk memperluas basis investor domestik dengan menyediakan alternatif investasi yang menguntungkan dan memberikan dampak positif. Selain itu, penerbitan ini juga bertujuan untuk mendukung pengembangan pasar keuangan syariah, memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026, serta membantu perencanaan finansial masyarakat sekaligus berkontribusi bagi masa depan generasi mendatang.
Berikut adalah beberapa keuntungan berinvestasi pada ST016T2 dan ST016T4:
1. Risiko Rendah. Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel memiliki tingkat kredibilitas yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan pembayaran kupon dan pokok investasi dijamin oleh Undang-Undang, sehingga memberikan rasa aman bagi para investor.
2. Imbal Hasil Menarik. Instrumen ini menawarkan kupon bersifat floating with floor hingga jatuh tempo dan dibayarkan setiap bulan. Jika suku bunga acuan naik, kupon akan ikut naik. Namun, kupon tidak akan turun di bawah batas minimal (floor) yang telah ditentukan. Besaran kupon yang ditawarkan umumnya berada di atas rata-rata tingkat suku bunga deposito yang ditawarkan oleh Bank BUMN.
3. Mudah Diakses. Proses pembelian maupun penjualan instrumen ini dapat dilakukan secara elektronik atau online melalui sistem SBN Online. Kemudahan akses ini memungkinkan investor untuk bertransaksi kapan saja dan di mana saja.
4. Terjangkau. Meskipun tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, instrumen ini tetap memiliki fleksibilitas. Investor dapat melakukan pencairan dana lebih awal pada periode early redemption yang telah ditetapkan, memberikan solusi likuiditas jika dibutuhkan sebelum masa jatuh tempo.
Risiko dan Hal yang Perlu Dipahami Mengenai Sukuk Tabungan:
1. Risiko Gagal Bayar (Default Risk). ST016T2 dan ST016T4 memiliki risiko gagal bayar yang sangat minim. Berdasarkan Undang-Undang Surat Utang Negara (SUN), negara menjamin pembayaran kupon dan pokok Surat Utang Negara, termasuk ST016T2 dan ST016T4, hingga jatuh tempo. Dana untuk pembayaran ini telah disediakan dalam APBN setiap tahunnya.
2. Risiko Likuiditas (Liquidity Risk). ST016T2 dan ST016T4 tidak memiliki risiko likuiditas yang signifikan. Meskipun tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, investor memiliki opsi untuk melakukan pencairan lebih awal pada masa early redemption yang telah ditetapkan. Hal ini memungkinkan investor untuk mencairkan dana sebelum jatuh tempo jika diperlukan.
3. Risiko Tingkat Bunga (Market Risk). ST016T2 dan ST016T4 tidak memiliki risiko terkait perubahan tingkat bunga pasar. Nilai pokok investasi tidak akan berubah meskipun terjadi fluktuasi tingkat bunga di pasar. Tingkat kupon ST016T2 dan ST016T4 bersifat tetap hingga tanggal jatuh tempo.
Cara Pemesanan ST016T2 dan ST016T4:
Pemesanan kedua jenis Sukuk Tabungan ini dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui aplikasi BRImo. Bagi nasabah yang sudah memiliki akun SBN, langkahnya adalah membuka aplikasi BRImo, memilih menu Investasi, lalu memilih SBN. Setelah itu, nasabah cukup memasukkan nominal pemesanan (minimal Rp1 juta) dan melakukan pembayaran melalui kode billing yang diterbitkan.
Bagi Anda yang belum pernah membeli SBN sebelumnya, Anda dapat melakukan registrasi terlebih dahulu di kantor cabang BRI terdekat. Proses registrasi ini bertujuan untuk mendapatkan Single Investor Identification (SID) dan rekening surat berharga.
Dengan berinvestasi pada ST016, Anda dapat mengembangkan aset melalui instrumen syariah yang menawarkan potensi imbal hasil hingga 6,25% per tahun. Selain itu, investasi ini juga turut berkontribusi dalam pembangunan negara. Segera pesan ST016 melalui BRImo sebelum masa penawaran berakhir.
Baca juga: Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Padang Merayakan Idul Adha Hari Ini
Tunggu apalagi? Mari segera lakukan pemesanan ST016 melalui BRI. Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat mengunjungi situs web di alamat bbri.id/st016. (LAN)





