Iran Ancam Hukuman Berat Bagi Penyerang

oleh -5 Dilihat
Iran Ancam Hukuman Berat Bagi Penyerang

KabarDermayu.com – Iran memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Komandan Markas Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdolllahi, menyatakan bahwa setiap tindakan serangan baru akan dibalas dengan kekuatan penuh.

Ia menekankan bahwa Iran saat ini berada dalam kondisi yang lebih kuat dan lebih siap daripada sebelumnya untuk menjaga kedaulatan negaranya. Abdolllahi menyebutkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah mencapai tingkat kesiapan dan kekuatan tertinggi sepanjang sejarah.

“Kami memperingatkan Amerika dan sekutunya, jangan membuat kesalahan strategis atau salah perhitungan lagi. Mereka harus tahu bahwa setiap agresi atau invasi baru dari musuh terhadap tanah air dan bangsa kami akan dibalas dengan respons yang cepat, tegas, kuat, dan berskala luas,” ujar sang komandan, mengutip dari laman presstv.ir, Selasa 19 Mei 2026.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa musuh-musuh Amerika dan Zionis Israel telah berulang kali menguji keberanian rakyat Iran serta kekuatan militer negara itu, namun selalu dihadapi dengan balasan yang keras.

“Dengan tekad dan keyakinan yang kuat, kami telah membuktikan bahwa kami mampu menunjukkan kekuatan dan kemampuan kami kepada musuh di medan perang,” tegasnya.

Abdollahi kembali memperingatkan bahwa jika musuh kembali melakukan kesalahan, Iran akan menghadapi mereka dengan kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan saat perang yang berlangsung selama 40 hari sebelumnya.

“Kami akan membela hak-hak rakyat Iran dengan seluruh kekuatan yang kami miliki dan mematahkan tangan siapa pun yang mencoba menyerang,” tutupnya.

Para petinggi militer Iran sebelumnya juga telah menegaskan sikap serupa. Meskipun Iran tidak menginginkan perang dan mendambakan perdamaian serta stabilitas di kawasan, negara itu tidak akan ragu memberikan balasan yang keras dan setimpal terhadap setiap provokasi atau serangan terhadap rakyat dan wilayahnya.

Mereka berulang kali menekankan bahwa kekuatan militer Iran yang terus berkembang semata-mata digunakan sebagai efek penangkal terhadap ancaman dan campur tangan asing.

Sebagai respons atas agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran pada 28 Februari, angkatan bersenjata Iran dilaporkan meluncurkan operasi rudal dan drone setiap hari. Target operasi ini adalah wilayah pendudukan Israel serta pangkalan dan aset militer Amerika di berbagai kawasan.

Selain itu, Iran juga membalas serangan tersebut dengan menutup Selat Hormuz. Tindakan ini dilaporkan memicu lonjakan signifikan pada harga minyak dan produk turunannya di pasar global.

Baca juga: Rupiah Melemah Rp17.728/Dolar AS, Ini Penyebab Euforianya

Pada 8 April, tepat 40 hari sejak perang dimulai, gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Pakistan mulai berlaku. Negosiasi kemudian berlanjut di Islamabad, ibu kota Pakistan, namun belum mencapai kesepakatan. Hal ini disebabkan oleh tuntutan maksimal dari Washington dan sikap yang dianggap tidak realistis oleh pihak Iran.