Jonatan Christie Tersingkir Malaysia Masters, Fokus ke Singapura Open

oleh -8 Dilihat
Jonatan Christie Tersingkir Malaysia Masters, Fokus ke Singapura Open

KabarDermayu.com – Langkah pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, harus terhenti pada babak perempat final Malaysia Masters 2026. Jojo, sapaan akrabnya, secara mengejutkan takluk dari pemain muda Tiongkok berusia 19 tahun, Hu Zhe An, dalam laga sengit tiga gim yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada Jumat.

Awal pertandingan menunjukkan dominasi Jonatan Christie. Ia tampil meyakinkan pada gim pertama dan terlihat berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiket semifinal turnamen BWF World Tour Super 500 ini. Sejak awal pertandingan, Jojo langsung memberikan tekanan.

Permainan cepat dan smes keras yang dilancarkan Jonatan membuat Hu Zhe An kesulitan mengembangkan permainannya. Pebulu tangkis andalan Indonesia itu sempat unggul jauh 5-0 sebelum menutup interval gim pertama dengan skor 11-5. Meskipun Hu Zhe An sempat mencoba bangkit dan memperkecil ketertinggalan menjadi 11-13, pengalaman Jonatan berbicara.

Jonatan berhasil kembali mengambil kendali permainan dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-14 melalui pukulan menyilang yang tak mampu dijangkau lawannya. Namun, situasi berbalik secara drastis pada gim kedua.

Hu Zhe An mulai menemukan ritme permainannya dan tampil jauh lebih agresif. Pemain muda Tiongkok itu berhasil membuka keunggulan 4-2, sebelum Jonatan sempat menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Momentum pertandingan kemudian berbalik sepenuhnya.

Hu Zhe An berhasil mencetak empat poin beruntun dan memimpin 11-7 saat interval. Selepas jeda, tekanan terus diberikan oleh Hu, membuat Jonatan kesulitan keluar dari pola permainan lawannya. Meskipun sempat memangkas jarak menjadi 13-17, Jojo gagal menjaga momentum.

Hu Zhe An akhirnya berhasil memaksakan pertandingan berlanjut ke gim ketiga setelah merebut gim kedua dengan skor 21-13. Memasuki gim penentuan, pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Kedua pemain saling kejar poin hingga kedudukan 7-7.

Namun, sejumlah kesalahan sendiri yang dilakukan Jonatan membuatnya tertinggal 7-11 saat interval. Jojo sempat menunjukkan kebangkitan dan mendekat menjadi 11-12, bahkan kembali memberi tekanan saat skor 14-15. Sayangnya, Hu Zhe An tampil lebih tenang pada poin-poin krusial.

Pebulu tangkis muda Tiongkok itu akhirnya memastikan kemenangan 21-16 dalam pertandingan yang memakan waktu 71 menit. Kemenangan ini semakin menegaskan potensi besar Hu Zhe An, yang sebelumnya juga berhasil menyingkirkan unggulan asal Prancis, Alex Lanier, di babak kedua.

Usai pertandingan, Jonatan Christie mengakui bahwa lawannya mampu membaca pola permainan yang ia terapkan sejak gim kedua. Ia merasa kurang siap untuk segera mengubah pola permainannya saat itu.

“Di gim kedua dia mulai banyak membaca pola permainan saya, dan saya kurang siap untuk segera mengubah pola,” ujar Jonatan dalam keterangan yang dikutip dari PBSI. Ia menambahkan bahwa pada gim ketiga, meskipun tertinggal ia berusaha mengejar, namun kehilangan beberapa poin krusial membuat situasi sulit untuk dibalikkan.

“Di gim ketiga sudah tertinggal tapi saya berusaha mengejar. Tapi beberapa poin krusial hilang, dan membalikkan situasi tidak mudah,” lanjutnya. Meskipun gagal melaju ke semifinal, Jonatan tidak ingin larut dalam kekecewaan.

Ia langsung mengalihkan fokusnya ke dua turnamen besar berikutnya, yaitu Singapore Open 2026 dan Indonesia Open 2026. Jonatan menekankan pentingnya mematangkan persiapan untuk kedua turnamen tersebut.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 20% dari Puncak: Perdamaian AS-Iran Taruhan Pasar

“Ke depan persiapan ke Singapura dan Indonesia harus dimatangkan lagi. Setiap hari pasti akan berjalan berbeda. Di sini, di Singapura dan di Indonesia beda-beda kondisi lapangan dan shuttlecock nya jadi harus cepat penyesuaiannya,” kata Jojo. Berdasarkan data BWF, Jonatan akan menghadapi wakil India, Prannoy H. S., pada babak awal Singapore Open 2026. Dalam 10 pertemuan sebelumnya, Jonatan memiliki rekor kemenangan yang lebih baik, yaitu tujuh kali menang.