KabarDermayu.com – Langkah tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, harus terhenti di babak perempat final Malaysia Masters 2026. Jonatan, yang akrab disapa Jojo, secara mengejutkan takluk dari pemain muda China berusia 19 tahun, Hu Zhe An, dalam pertandingan tiga gim yang berlangsung sengit di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada Jumat.
Pada gim pertama, Jonatan Christie memulai pertandingan dengan sangat meyakinkan. Ia tampil dominan dan terlihat mengendalikan jalannya permainan. Kecepatan dan pukulan kerasnya membuat Hu Zhe An kesulitan mengembangkan permainannya.
Pebulu tangkis andalan Indonesia itu bahkan sempat unggul jauh 5-0. Keunggulan ini terus dijaga hingga interval gim pertama dengan skor 11-5. Meskipun Hu sempat mencoba mengejar dan memperkecil ketertinggalan menjadi 11-13, pengalaman Jonatan berbicara lebih banyak.
Jonatan kembali mengambil alih kendali permainan dan berhasil menutup gim pertama dengan kemenangan 21-14. Pukulan menyilangnya yang gagal dijangkau lawan menjadi penentu kemenangan di gim pembuka.
Namun, situasi berubah drastis pada gim kedua. Hu Zhe An mulai menemukan ritme permainannya dan tampil jauh lebih agresif. Pemain muda China itu berhasil membuka keunggulan 4-2, meskipun Jonatan sempat menyamakan kedudukan menjadi 5-5.
Momentum pertandingan kemudian berbalik sepenuhnya. Hu mencetak empat poin beruntun dan unggul 11-7 saat interval. Selepas jeda, tekanan terus diberikan oleh Hu, membuat Jonatan kesulitan keluar dari pola permainan lawan.
Meskipun sempat berusaha memangkas jarak menjadi 13-17, Jonatan gagal menjaga momentum. Hu Zhe An akhirnya berhasil memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga setelah merebut gim kedua dengan skor 21-13.
Pada gim penentuan, pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Kedua pemain saling kejar poin hingga kedudukan 7-7. Namun, beberapa kesalahan sendiri membuat Jonatan tertinggal 7-11 saat interval.
Baca juga: Polantas Berbenah: Irjen Agus Paparkan Wajah Baru untuk Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas
Jonatan sempat memberikan perlawanan dan mendekat menjadi 11-12, bahkan kembali memberi tekanan saat skor menunjukkan 14-15. Sayangnya, Hu Zhe An tampil lebih tenang pada poin-poin krusial.
Pebulu tangkis muda China itu akhirnya memastikan kemenangan 21-16 dalam pertandingan yang memakan waktu 71 menit. Kemenangan ini semakin menegaskan potensi besar Hu Zhe An, yang sebelumnya juga berhasil menyingkirkan unggulan asal Prancis, Alex Lanier, di babak kedua.
Usai pertandingan, Jonatan Christie mengakui bahwa lawannya mampu membaca pola permainan yang ia terapkan sejak gim kedua. “Di gim kedua dia mulai banyak membaca pola permainan saya, dan saya kurang siap untuk segera mengubah pola,” ujar Jonatan dalam keterangan yang dikutip dari PBSI.
Pada gim ketiga, Jojo merasa kehilangan momentum di saat-saat penting, sehingga menyulitkan upaya untuk membalikkan keadaan. “Di gim ketiga sudah tertinggal tapi saya berusaha mengejar. Tapi beberapa poin krusial hilang, dan membalikkan situasi tidak mudah,” lanjutnya.
Meskipun gagal melaju ke semifinal, Jonatan tak ingin larut dalam kekecewaan. Ia langsung mengalihkan fokusnya ke dua turnamen besar berikutnya, yaitu Singapore Open 2026 dan Indonesia Open 2026. “Ke depan persiapan ke Singapura dan Indonesia harus dimatangkan lagi,” katanya.
Jonatan menekankan pentingnya adaptasi dengan kondisi lapangan dan shuttlecock yang berbeda di setiap turnamen. “Setiap hari pasti akan berjalan berbeda. Di sini, di Singapura dan di Indonesia beda-beda kondisi lapangan dan shuttlecock nya jadi harus cepat penyesuaiannya,” jelas Jojo.
Berdasarkan data BWF, Jonatan Christie dijadwalkan akan menghadapi wakil India, Prannoy H. S., pada babak awal Singapore Open 2026. Dari 10 pertemuan sebelumnya, Jonatan memiliki rekor yang cukup baik dengan tujuh kemenangan.





