KabarDermayu.com – Josepha Alexandra, seorang siswa kelas XI dari SMAN 1 Pontianak, menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna media sosial. Ia menjadi sorotan publik setelah dengan berani memprotes keputusan juri dalam babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI yang diselenggarakan pada 9 Mei lalu.
Setelah videonya yang memprotes keputusan juri viral, sosok Josepha menarik perhatian Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda. Rifqi, yang merupakan alumni dari SMAN 1 Pontianak, sempat melakukan panggilan video dengan Josepha.
Dalam percakapan melalui video call tersebut, Rifqinizamy menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi dan menjadi viral. Ia tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga mengundang Josepha ke Jakarta untuk memenuhi undangan resmi dari MPR RI pada Selasa lalu.
“Josepha saya anggota DPR MPR sekarang satu-satunya alumni SMA Negeri 1 Pontianak yang jadi anggota DPR dan MPR di Jakarta. Saya minta maaf ya Josepha ya kalau ada kesalahan dalam proses cerdas cermat tingkat final di Pontianak, Kalimantan Barat. Nanti secara institusi Josepha MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf,” ujar Rifqinizamy seperti dikutip dari akun Instagram @bang.rifqi.mrk pada Rabu, 13 Mei 2026.
Baca juga: Enam Saham Indonesia Dikeluarkan dari Indeks Global Standar MSCI
Rifqinizamy juga berharap polemik yang terjadi dalam lomba cerdas cermat ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak.
“Kedua, karena Josepha sekarang kelas XI, abang bangga dengan Josepha telah menjadi dutanya SMA 1 Pontianak yang sekarang sudah menasional. Dengan peristiwa ini kita ambil hikmahnya atas peristiwa ini,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi lebih lanjut, Rifqi menawarkan sebuah kesempatan beasiswa penuh bagi Josepha untuk melanjutkan pendidikan strata satu (S1) di China. Ia juga menjanjikan adanya ikatan kerja setelah Josepha menyelesaikan masa studinya.
“Ketiga kalau Josepha berkenan abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China nanti tolong kasih tau orang tua, kalau mau nanti begitu selesai SMA 1 Josepha akan abang berikan beasiswa sekolah kuliah gratis ke China dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China. Ini abang berikan tapi kesempatannya silahkan Josepha rembukkan dengan orang tua dan guru. Nanti kita ketemu di Jakarta ya Josepha,” ungkap Rifqinizamy dalam video call tersebut.
Kronologi Kejadian Cerdas Cermat yang Viral di Media Sosial
Lomba cerdas cermat yang menjadi viral ini berawal ketika pembawa acara membacakan pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang melibatkan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Josepha Alexandra, peserta dari Grup C, kemudian memberikan jawaban: “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.”
Namun, jawaban tersebut justru diganjar nilai minus 5 oleh dewan juri. Kejadian semakin menarik perhatian ketika soal yang sama dilemparkan kepada kelompok lain, Grup B. Peserta Grup B memberikan jawaban dengan susunan kalimat yang identik dengan jawaban Grup C. Anehnya, kali ini dewan juri memberikan nilai penuh 10 poin untuk jawaban tersebut.
Perbedaan penilaian yang mencolok ini seketika memicu protes dari pihak Grup C. Mereka merasa bahwa jawaban yang telah mereka berikan sudah sesuai dengan substansi pertanyaan. Sementara itu, pihak juri beralasan bahwa mereka tidak mendengar penyebutan kata “DPD” dari jawaban Grup C dan menekankan bahwa artikulasi ucapan merupakan faktor penting dalam proses penilaian.





