KabarDermayu.com – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan kardus dan plastik di kawasan Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 06/RW 04, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa pagi, 19 Mei 2026.
Api diduga mulai berkobar saat para karyawan sedang bekerja di dalam pabrik tersebut. Kejadian ini sontak menimbulkan kepanikan di antara para pekerja yang berada di lokasi.
Para karyawan yang melihat api membesar berusaha memadamkannya menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia. Setelah upaya awal tersebut, mereka segera melaporkan kejadian kepada petugas keamanan dan menghubungi pemadam kebakaran.
Baca juga: Bursa Asia Bergejolak: Trump Batalkan Serangan Iran, Minta Militer AS Lakukan Ini
Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Achmad Saiful Kahfi, menjelaskan kronologi awal. “Karyawan yang sedang bekerja tiba-tiba melihat api yang sudah membesar di dalam gudang penyimpanan kardus dan plastik. Lalu karyawan tersebut melapor kepada security dan mencoba memadamkan dengan APAR, lalu security menghubungi pemadam kebakaran,” ujarnya.
Petugas pemadam kebakaran menerima laporan pada pukul 07.30 WIB dan segera bergerak menuju lokasi satu menit kemudian. Sebanyak 27 unit mobil pemadam kebakaran dengan mengerahkan total 135 personel dikerahkan untuk memadamkan api.
Upaya pemadaman membuahkan hasil, api berhasil dilokalisir sekitar pukul 07.38 WIB. Proses pendinginan kemudian dimulai satu menit setelahnya. Hingga berita ini diturunkan, status penanganan kebakaran dilaporkan dalam kondisi kuning.
Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter persegi. Dalam proses pemadaman tersebut, tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan. Luka tersebut dialami oleh dua petugas pemadam dan satu warga.
Korban pertama adalah anggota Redkar Kedaung bernama Yoga, yang mengalami sesak napas akibat menghirup asap. Ia kini tengah menjalani perawatan di RS Sumber Waras.
Korban kedua adalah anggota ASN Sektor Grogol Petamburan, Lukmanul Hakim. Ia mengalami cedera mata setelah terkena semprotan nozzle saat bertugas. Lukmanul Hakim telah dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Satu korban lainnya adalah petugas PJLP Gropet bernama Ahmad Sumantri. Ia juga mengalami cedera mata akibat tersemprot nozzle ketika proses pemadaman berlangsung.
Saat ini, petugas masih terus melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa. Penyebab pasti dari kebakaran ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.





