Netanyahu Klaim Berhasil Gagalkan Misi Kapal Bantuan Internasional

oleh -6 Dilihat
Netanyahu Klaim Berhasil Gagalkan Misi Kapal Bantuan Internasional

KabarDermayu.com – Pasukan militer Israel (IDF) dilaporkan berhasil mencegat kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Gaza. Misi ini merupakan upaya terbaru dari para aktivis internasional untuk menembus blokade yang diberlakukan Israel terhadap wilayah Palestina tersebut. Sebelumnya, konvoi serupa juga pernah dicegat oleh pasukan Israel pada bulan lalu.

Kelompok Global Sumud Flotilla mengumumkan melalui akun X bahwa kapal mereka sedang diserang. Situs pelacak posisi armada mengonfirmasi bahwa beberapa kapal dicegat di perairan sebelah barat Siprus.

Mereka menyatakan tuntutan agar jalur aman diberikan untuk misi kemanusiaan yang legal dan tanpa kekerasan. Kelompok tersebut juga mendesak pemerintah dunia untuk segera bertindak menghentikan aksi ilegal atau pembajakan yang bertujuan mempertahankan pengepungan Israel terhadap Gaza, seraya mengingatkan bahwa membiarkan kekerasan pendudukan menjadi hal yang normal adalah ancaman bagi semua orang.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengetahui aksi IDF ini. Ia mengecam misi Global Sumud Flotila dan menyebutnya sebagai ‘skema berbahaya’ yang bertujuan mendukung Hamas.

Dalam pernyataan resmi kantornya, Netanyahu memuji pasukan pencegat atas keberhasilan mereka menggagalkan pelayaran tersebut. Ia menyebutnya sebagai ‘skema berbahaya yang dirancang untuk menembus blokade yang kami terapkan terhadap teroris Hamas di Gaza’. Netanyahu menambahkan bahwa tugas tersebut dilaksanakan dengan sangat sukses dan lebih tenang dari yang diperkirakan musuh.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Israel juga telah mengecam konvoi tersebut sebagai aksi provokasi. Mereka menegaskan akan mencegah armada itu mencapai Gaza.

Kementerian itu menyebutkan keterlibatan dua kelompok Turki yang agresif, Mavi Marmara dan IHH, dalam aksi provokasi kali ini. IHH sendiri telah ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Militer Israel (IDF) telah mencegat 39 kapal bantuan menuju Gaza di kawasan timur laut Mediterania. Kapal-kapal lain yang tersisa dilaporkan masih terus berlayar menuju wilayah Gaza.

Kapal-kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotila kembali berlayar untuk ketiga kalinya pada Kamis lalu dari wilayah selatan Turki. Upaya sebelumnya untuk mengirimkan bantuan ke Gaza juga sempat dicegat oleh Israel di perairan internasional.

Kelompok tersebut menyebutkan ada 426 orang dari 39 negara yang berpartisipasi dalam armada yang terdiri dari 54 kapal tersebut. Dari jumlah tersebut, diketahui ada 9 orang dari Indonesia, termasuk dua jurnalis dari media Republika, Bambang Noryono (Abeng) dan Thoudy Badai.

Juru bicara 1 Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, pada Senin, 18 Juni 2026, menyatakan bahwa setidaknya sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap. Kapal-kapal tersebut termasuk Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Menurut informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), di kapal Josef terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Andi Angga Prasadewa, yang merupakan delegasi dari GPCI Rumah Zakat.

Yvonne menambahkan bahwa upaya menghubungi kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono masih terus dilakukan untuk mengetahui status kapal dan keberadaan Bambang Noroyono. Ia juga menyatakan bahwa situasi di lapangan masih dinamis dan perkembangan perlu terus diantisipasi.

Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan. Mereka juga menuntut jaminan kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Yvonne menjelaskan bahwa Kemlu RI terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi para WNI. Persiapan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan proses pemulangan jika diperlukan, juga sedang dilakukan.

Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.692: Dolar AS & Timur Tengah Pengaruhi

(KabarDermayu.com)