Rupiah Melemah ke Rp 17.692: Dolar AS & Timur Tengah Pengaruhi

oleh -8 Dilihat
Rupiah Melemah ke Rp 17.692: Dolar AS & Timur Tengah Pengaruhi

KabarDermayu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan hari ini, Senin, 18 Mei 2026, bergerak fluktuatif.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, kurs rupiah tercatat di angka Rp 17.666 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan pelemahan sebesar 170 poin dibandingkan kurs penutupan Rabu, 13 Mei 2026, yang berada di level Rp 17.496.

Sementara itu, pada perdagangan pasar spot Selasa, 19 Mei 2026, hingga pukul 09.04 WIB, rupiah ditransaksikan pada Rp 17.692 per dolar AS. Angka ini melemah 24 poin atau setara 0,14 persen dari posisi sebelumnya di Rp 17.668 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyoroti adanya sentakan di pasar akibat pernyataan Presiden Prabowo. Prabowo menyatakan bahwa sebagian besar masyarakat di daerah tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari, sehingga dampaknya tidak terlalu langsung dirasakan.

Baca juga: DPR Minta Pemerintah Segera Selamatkan WNI yang Ditahan Israel

Menurutnya, di tengah situasi global yang membuat banyak negara lain panik, kondisi Indonesia justru masih terpantau stabil dan baik-baik saja. “Pangan aman, energi aman, banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar Prabowo.

Assuaibi menambahkan bahwa pernyataan tersebut perlu dikoreksi. Ia menilai masyarakat di desa saat ini lebih pandai karena teknologi sudah merata, sehingga keliru jika dikatakan orang desa tidak mengenal dolar AS, bahkan transaksi mata uang tersebut sudah umum dilakukan.

Ia menyayangkan bahwa di sekitar presiden, terutama sekretaris kabinet, tidak dapat mengarahkan pidato presiden sesuai dengan protokol yang ada. Hal ini menjadi koreksi yang harus dilakukan oleh sekretariat kabinet untuk pembenahan agar tidak terulang di masa mendatang. Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya Prabowo pernah menyatakan bermain saham itu seperti judi.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.660—Rp 17.720,” ujar Assuaibi.

Penguatan dolar AS sendiri terjadi akibat meningkatnya risiko inflasi yang dipicu oleh tingginya harga minyak. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Prospek kebijakan moneter ketat dari The Fed semakin menguat. Harga energi yang lebih tinggi jelas telah memperlambat kemajuan disinflasi, mendorong inflasi semakin jauh dari target 2 persen yang ditetapkan oleh The Fed.

Selain itu, upaya untuk mengakhiri perang AS-Israel di Iran tampaknya telah terhenti. Hal ini terjadi setelah pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab diserang dan karena Presiden AS, Donald Trump, diperkirakan akan membahas opsi militer terhadap Iran.

Pembicaraan yang berlangsung pekan lalu antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berakhir tanpa indikasi dari importir minyak terbesar di dunia tersebut untuk membantu menyelesaikan konflik.

Menyikapi kondisi ini, Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, mengingatkan Bank Indonesia akan pentingnya menjaga kesepakatan politik terkait asumsi dasar ekonomi makro, khususnya nilai tukar Rupiah. Ia meminta Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai rupiah ke level Rp 16.500.