KabarDermayu.com – Sebuah kasus mengerikan terungkap di Bandung, Jawa Barat, di mana seorang perempuan berinisial YTR dilaporkan telah menjadi korban penyekapan dan penganiayaan selama tiga tahun.
Setelah menghilang tanpa jejak selama periode tersebut, YTR akhirnya ditemukan dalam kondisi fisik yang sangat memprihatinkan, menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak.
Keluarga korban, melalui keterangan adiknya, Syahrul Ulum, membeberkan berbagai luka serius yang diderita YTR. Kerusakan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga diperkirakan menimbulkan trauma psikologis yang mendalam akibat dugaan penyiksaan yang berlangsung lama.
Mata Infeksi dan Diduga Kehilangan Fungsi Penglihatan
Salah satu aspek yang paling mengkhawatirkan dari kondisi korban adalah kerusakan parah pada kedua matanya. Menurut Syahrul, mata sebelah kanan YTR mengalami infeksi yang parah, sementara mata sebelah kirinya tampak mengecil secara signifikan.
Keluarga bahkan menduga bahwa YTR telah mengalami kebutaan total pada salah satu matanya akibat luka-luka yang dideritanya selama bertahun-tahun penyekapan.
“Belakang mata juga sudah buta. Mungkin matanya sudah tidak bisa melihat,” ungkap Syahrul dengan nada prihatin.
Bibir dan Wajah Mengalami Kerusakan
Selain mata, area wajah dan bibir korban juga dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah. Perubahan drastis pada penampilan fisiknya membuat keluarga sulit mengenalinya pada awalnya.
Namun, setelah menjalani perawatan medis awal, sebagian luka di wajah YTR mulai dibersihkan, sehingga bentuk wajahnya perlahan-lahan mulai terlihat kembali.
“Sekarang juga muka sudah agak bersih, sudah dibersihkan. Jadi sudah kelihatan bagian wajah-wajah yang itu,” jelas Syahrul.
Kepala Bernanah dan Harus Dioperasi
Kondisi kepala korban juga sangat mengkhawatirkan, dengan adanya luka bernanah yang memerlukan tindakan medis segera. Syahrul mengonfirmasi bahwa YTR telah menjalani operasi untuk membersihkan luka di bagian kepalanya.
“Alhamdulillah sudah menjalani operasi bagian kepala. Sudah dibersihkan kepalanya,” ujarnya.
Menurut keterangan keluarga, luka dan infeksi di kepala YTR sudah sangat parah sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis.
Selain itu, ditemukan pula sejumlah bekas sayatan di area kepala korban, yang semakin menambah daftar luka fisik yang dideritanya.
“Di sini banyak bekas sayatan di kepala,” kata Syahrul sambil menunjuk lokasi luka pada adiknya.
Diduga Dipukul dengan Helm dan Benda Keras
Keluarga YTR juga mengungkap dugaan bentuk kekerasan yang dialami korban selama masa penyekapan. Berdasarkan pengakuan yang diterima, YTR kerap mendapatkan perlakuan kasar, termasuk dugaan pukulan di kepala menggunakan helm.
“Kepala dipukuli, suka sama helm,” ungkap Syahrul.
Ia juga menyebutkan adanya luka di wajah yang diduga disebabkan oleh benda tajam atau pukulan langsung menggunakan tangan kosong.
“Wajah sama, tidak tahu pakai benda tajam apa. Pakai tangan kosong juga.”
Detail lengkap mengenai modus operandi penyiksaan ini masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.
Tubuh Penuh Bekas Luka Bakar dan Sayatan
Tidak hanya di kepala dan wajah, tubuh YTR juga ditemukan memiliki banyak bekas luka lain yang diduga merupakan akibat dari tindakan kekerasan.
“Kaki, bekas kebakjukan. Di sini juga kan banyak bekas rokok,” kata Syahrul.
Bekas luka bakar yang menyerupai bekas puntung rokok ditemukan di beberapa bagian tubuh korban. Temuan ini semakin memperkuat dugaan adanya penyiksaan yang brutal dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Luka-luka ini menjadi bagian penting dari proses pemeriksaan medis dan penyelidikan yang sedang dilakukan oleh aparat penegak hukum.
Tiga Tahun Tidak Diizinkan Memegang Ponsel
Fakta lain yang sangat menyakitkan bagi keluarga adalah dugaan bahwa YTR selama tiga tahun penyekapan tidak diizinkan untuk berkomunikasi dengan dunia luar, termasuk keluarganya sendiri.
“Kita ini selama 3 tahun itu dikelabui. Dikelabui sama si pelakunya,” ujar Syahrul.
Korban diduga tidak diperbolehkan memegang telepon genggam, yang membuat keluarga kesulitan untuk melacak keberadaannya selama ini.
“Jadi selama 3 tahun menghilang itu tidak boleh pegang HP,” lanjutnya.
Akibatnya, keluarga kehilangan kontak total dengan YTR hingga akhirnya ia ditemukan dalam kondisi luka parah dan membutuhkan perawatan medis intensif.
Polisi Masih Memburu Pelaku
Saat ini, prioritas utama keluarga adalah memastikan YTR mendapatkan perawatan medis dan psikologis terbaik agar kondisinya dapat pulih secara bertahap.
Sementara itu, aparat kepolisian masih terus berupaya melakukan pengejaran terhadap pelaku berinisial TH, yang diduga kuat bertanggung jawab atas kasus penyekapan dan penganiayaan mengerikan ini.





