KabarDermayu.com – Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menyampaikan kekecewaannya dan mengutuk keras tindakan penangkapan terhadap sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dilakukan oleh militer Israel.
Kesembilan WNI tersebut merupakan anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang sedang menjalankan misi kemanusiaan. Mereka tergabung dalam misi kemanusiaan Global Freedom Flotilla yang berupaya menuju Gaza.
Saan Mustopa menyatakan keprihatinannya atas penangkapan yang juga melibatkan para jurnalis. Ia berharap agar situasi ini dapat segera diselesaikan dengan baik.
Dirinya meyakini bahwa pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan lembaga terkait lainnya, tengah berupaya maksimal. Upaya ini difokuskan untuk menangani persoalan tersebut, termasuk membebaskan kesembilan WNI yang ditangkap.
Baca juga: Kekayaan RI US$343 Miliar Bocor: Prabowo Ungkap Sebab Gaji Guru & ASN Kecil
“Saya yakin pemerintah dalam hal ini baik Kementerian Luar Negeri maupun juga apa lembaga-lembaga terkait akan serius untuk menangani dan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menjamin terkait dengan keselamatan warga negara kita,” ujar Saan Mustopa.
Beliau menambahkan bahwa pemerintah akan berupaya secepatnya untuk membebaskan para WNI tersebut dari penangkapan yang dilakukan oleh pihak Israel.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah mengonfirmasi bahwa seluruh warga negara Indonesia yang berpartisipasi dalam flotilla kemanusiaan menuju Jalur Gaza memang menjadi korban penculikan. Mereka disergap oleh pasukan Zionis Israel saat berada di kapal.
Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, dalam respons tertulis kepada ANTARA di Jakarta pada Rabu, menyatakan bahwa sembilan WNI anggota GPCI yang tergabung dalam misi GSF 2.0 dilaporkan telah ditangkap oleh Israel.
Kemlu RI, bersama dengan perwakilan RI di kawasan terkait, terus melakukan pendekatan intensif. Pendekatan ini dilakukan dengan otoritas setempat dan seluruh pihak terkait demi memastikan keselamatan dan perlindungan kesembilan WNI tersebut.
Di antara sembilan WNI yang ditangkap oleh Israel, terdapat tiga wartawan dari media nasional. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari media Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari media Tempo, yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.
Nabyl memastikan bahwa seluruh jalur diplomatik dan langkah-langkah kekonsuleran tengah dimaksimalkan. Tujuannya adalah untuk memastikan perlindungan penuh bagi para WNI yang menjadi korban penculikan oleh Israel.
Langkah-langkah tersebut akan terus ditempuh hingga semua WNI yang menjadi peserta flotilla menuju Jalur Gaza dapat kembali ke tanah air dengan selamat. Hal ini ditegaskan oleh Nabyl.
Indonesia secara tegas mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang saat ini ditahan. Pernyataan ini disampaikan oleh Nabyl.





