KNKT: Penyelidikan Penyebab Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Butuh 2-3 Bulan

oleh -5 Dilihat
KNKT: Penyelidikan Penyebab Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Butuh 2-3 Bulan

KabarDermayu.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memperkirakan membutuhkan waktu antara dua hingga tiga bulan untuk menyimpulkan penyebab pasti dari kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dengan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyampaikan harapan agar proses investigasi dapat berjalan lancar dan kesimpulan dapat segera tercapai. Pernyataan ini disampaikan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Mei 2026.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, memaparkan kronologi kejadian yang merenggut 16 nyawa tersebut. Ia menjelaskan bahwa KRL Commuter Line 5568A tiba di Stasiun Bekasi pada pukul 20.34 WIB, satu menit lebih awal dari jadwal.

Baca juga: Telkomsel 31 Tahun: Digital Ecosystem Enabler untuk Indonesia

Selanjutnya, Kereta 116B Sawunggalih tiba di Bekasi pada pukul 20.35 WIB, terlambat lima menit dari jadwal yang seharusnya. Kereta Sawunggalih ini berhenti di Stasiun Bekasi untuk menaikkan penumpang.

Menhub Dudy melanjutkan, Kereta Sawunggalih kembali berangkat sekitar pukul 20.37 WIB dan melintasi Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.39 WIB. Tak lama setelahnya, sebuah taksi dilaporkan mogok di tengah jalur rel di kawasan Stasiun Bekasi Timur.

Pada pukul 20.48 WIB, KA 5181B yang melayani relasi Cikarang-Jakarta melintas dan akhirnya menabrak taksi yang mogok tersebut. Kejadian ini sontak memicu perhatian warga yang berkerumun di lokasi untuk menyaksikan peristiwa tersebut.

Pada saat yang bersamaan, KA 5568A, yang mengalami keterlambatan delapan menit, diberangkatkan dari Stasiun Bekasi pada pukul 20.45 WIB. Kereta ini tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.49 WIB.

Dudy menjelaskan bahwa KRL tersebut sempat berjalan namun kemudian terhenti karena adanya kerumunan warga yang menyaksikan peristiwa tabrakan dengan taksi. Situasi ini menciptakan kondisi yang sangat tidak terduga.

Tak lama setelah KRL berhenti, KA Argo Bromo Anggrek melintasi Stasiun Bekasi sekitar pukul 20.51 WIB. Kereta ini melaju lebih cepat dari jadwal, tiga menit lebih awal, dengan kecepatan mencapai 108 km/jam.

Puncak dari rangkaian kejadian tragis ini adalah tumburan yang terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada pukul 20.52 WIB. Tabrakan ini terjadi dalam kondisi yang sangat minim visibilitas dan kewaspadaan akibat situasi yang kompleks di lokasi.