Kronologi dan Penyebab KM Sabuk Nusantara 106 Menabrak Rumah Warga di Banda Neira

by -5 Views
Kronologi dan Penyebab KM Sabuk Nusantara 106 Menabrak Rumah Warga di Banda Neira

KabarDermayu.com – Sebuah insiden tak terduga terjadi di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, ketika Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 106 menabrak kawasan permukiman warga. Pihak kepolisian menduga penyebab utama kecelakaan ini adalah adanya gangguan pada sistem mesin kapal.

Menurut Kapolsek Banda, Iptu A. Rahayamtel, peristiwa ini terjadi pada sekitar pukul 09.45 Waktu Indonesia Timur (WIT). Saat itu, kapal tengah dalam proses persiapan untuk bersandar di Pelabuhan Banda Neira.

Kapolsek menjelaskan bahwa insiden tersebut diduga akibat kelalaian pihak kapal. Namun, ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp60 juta.

Baca juga di sini: Kontroversi Taksi Listrik Green SM, Pelajaran dari Tragedi Bekasi, dan Destinator

Kronologi kejadian bermula ketika KM Sabuk Nusantara 106 tiba dari Pelabuhan Amahai dan bersiap untuk merapat ke dermaga. Ketika kapal berada pada jarak sekitar 500 meter dari pelabuhan, nakhoda memerintahkan agar mesin dinetralkan.

Meskipun sudah dinetralkan, kapal ternyata masih terus bergerak maju. Akibatnya, dilakukan manuver untuk mencoba mengendalikan arah kapal agar bisa bersandar dengan selamat.

Namun, pada saat proses manuver tersebut, kapal tetap melaju karena adanya gangguan pada pengendali “throttle” mesin kanan. Kapal tersebut diketahui beroperasi menggunakan dua mesin, yaitu mesin kiri dan mesin kanan.

“Pada saat kejadian, olah gerak kapal menggunakan dua mesin terdiri dari mesin kiri dan mesin kanan, namun mesin kanan mengalami ‘error’ pada ‘handle throttle’,” ungkap Kapolsek Rahayamtel.

Gangguan pada “handle throttle” ini menyebabkan kapal tetap bergerak maju, meskipun sudah diarahkan untuk mundur. Upaya untuk memperlambat laju kapal dengan menjatuhkan jangkar juga dilaporkan tidak berhasil.

Akibatnya, kapal akhirnya menabrak area permukiman warga yang berada di sekitar pelabuhan. Insiden ini menyebabkan kerusakan pada salah satu rumah warga.

Kapolsek Rahayamtel merinci bahwa satu unit rumah warga mengalami kerusakan dengan perkiraan kerugian senilai Rp10 juta. Selain itu, satu unit perahu panjang atau “long boat” beserta mesin ketinting milik warga juga ikut rusak.

Kerugian atas kerusakan perahu dan mesin tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta. Meskipun menimbulkan kerugian material yang cukup signifikan, pihak kepolisian kembali menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.