KabarDermayu.com – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, telah mengambil langkah strategis dengan menemui Menteri Pertanian Republik Indonesia. Pertemuan ini bertujuan untuk menyampaikan berbagai usulan yang berasal dari para petani di Kabupaten Indramayu, dengan fokus utama pada penguatan ketahanan pangan nasional.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempertahankan predikat Kabupaten Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan utama di Indonesia. Posisi strategis ini perlu dijaga dan ditingkatkan melalui berbagai kebijakan dan dukungan yang konkret bagi para petani.
Dalam pertemuan tersebut, Lucky Hakim secara spesifik memaparkan berbagai tantangan serta aspirasi yang dihadapi oleh para petani Indramayu. Hal ini mencakup, namun tidak terbatas pada, kebutuhan akan peningkatan kualitas infrastruktur pertanian, ketersediaan pupuk bersubsidi yang tepat waktu, serta akses terhadap teknologi pertanian modern.
Selain itu, dibahas pula mengenai pentingnya revitalisasi sistem irigasi yang selama ini menjadi tulang punggung pertanian di Indramayu. Perbaikan dan modernisasi sistem irigasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan memperluas area tanam, terutama di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem.
Lucky Hakim menekankan bahwa penguatan sektor pertanian di Indramayu bukan hanya sekadar menjaga surplus produksi beras. Lebih dari itu, ini adalah investasi krusial untuk menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia, serta menstabilkan harga komoditas pangan pokok di pasar.
Keterlibatan langsung bupati dalam dialog dengan kementerian terkait menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperjuangkan kesejahteraan petani. Hal ini juga menjadi sinyal positif bagi para petani bahwa suara dan kebutuhan mereka didengarkan dan diperjuangkan di tingkat nasional.
Usulan-usulan yang disampaikan meliputi berbagai aspek, mulai dari bantuan bibit unggul yang memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit, hingga program pelatihan dan pendampingan bagi petani agar mampu mengadopsi praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Menteri Pertanian RI, dalam kesempatan tersebut, memberikan apresiasi atas inisiatif Bupati Indramayu. Beliau menyatakan kesiapan kementerian untuk menjajaki berbagai kemungkinan kolaborasi dan memberikan dukungan yang diperlukan demi tercapainya tujuan penguatan ketahanan pangan nasional.
Pertemuan ini juga membuka peluang untuk membahas skema pembiayaan pertanian yang lebih mudah diakses oleh petani, termasuk program kredit usaha rakyat (KUR) pertanian yang diharapkan dapat terus ditingkatkan jangkauannya.
Pemberian bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang lebih modern juga menjadi salah satu poin penting yang diusulkan. Alsintan modern dapat mempercepat proses tanam dan panen, mengurangi biaya produksi, serta meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
Lucky Hakim juga menyampaikan perlunya adanya kepastian pasar bagi hasil panen petani. Hal ini mencakup upaya untuk memperkuat kerja sama dengan Bulog dan juga menciptakan terobosan pasar alternatif agar petani tidak hanya bergantung pada satu jalur distribusi.
Dialog yang konstruktif ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak pada petani dan berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan mereka. Kesejahteraan petani yang meningkat secara otomatis akan berkontribusi pada stabilitas sosial dan ekonomi di daerah.
Lebih jauh, usulan ini juga mencakup pentingnya diversifikasi tanaman pangan. Selain padi, Indramayu juga diharapkan dapat mengembangkan potensi komoditas pertanian lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil.
Pengembangan sektor pertanian terpadu, yang melibatkan integrasi antara budidaya tanaman, peternakan, dan perikanan, juga menjadi salah satu gagasan yang dibahas. Pendekatan terpadu ini berpotensi meningkatkan pendapatan petani dan menciptakan sistem pertanian yang lebih resilien.
Baca juga di sini: Hardiknas 2026: 3M Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan
Lucky Hakim menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional adalah tanggung jawab bersama. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, termasuk para petani, Indramayu optimis dapat terus berkontribusi sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia.





