Gubernur Lemhannas Dorong Penguatan Ketahanan Nasional di Tengah Situasi Global

oleh -3 Dilihat
Gubernur Lemhannas Dorong Penguatan Ketahanan Nasional di Tengah Situasi Global

KabarDermayu.com – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), TB. Ace Hasan Syadzily, menekankan pentingnya pemerintah untuk mempersiapkan strategi dan rencana mitigasi yang matang.

Langkah ini krusial guna mengantisipasi dampak dari dinamika geopolitik yang terus berubah. Selain itu, penguatan ketahanan nasional juga memerlukan kebijakan yang terukur, cermat, dan efektif.

Kemudahan investasi bagi para investor serta koordinasi yang baik antar kementerian dan lembaga menjadi kunci. Hal ini diungkapkan Ace saat membuka Seminar Nasional Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) 27.

Baca juga: Warga Sukaurip Berkurban Besar: 16 Sapi & 12 Kambing di Masjid Al Ikhlas

Ia menambahkan bahwa peningkatan sinergi kebijakan di sektor keuangan sangatlah perlu. “Kita harus mendorong sinergitas kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan untuk memperkuat stabilitas di tengah volatilitas pasar keuangan global guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya, dikutip pada Rabu, 27 Mei 2026.

Ace mengimbau seluruh pihak untuk terus berupaya mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi yang positif. Hal ini penting di tengah kompleksitas dinamika geopolitik global yang kian meningkat.

“Tentu kita harus terus mendorong agar tren pertumbuhan yang positif ini dapat terus kita jaga dan tingkatkan pada tahun-tahun yang akan datang,” tegas Ace.

Ia menegaskan bahwa tren positif tersebut harus dijaga sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Arahan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, di mana Presiden menetapkan kerangka ekonomi makro.

Kerangka ekonomi makro tersebut berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen. “Untuk tahun depan, tahun 2027, Bapak Presiden Prabowo telah menyampaikan dalam pidato pengantar ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal di DPR RI, 20 Mei 2026, target pertumbuhan ekonomi kita mencapai kisaran 5,6 persen sampai dengan 6,5 persen,” tuturnya.

Seminar nasional yang diselenggarakan ini mengangkat tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik Global”.

Melalui forum seminar ini, Ace berharap para peserta dapat berpikir secara kreatif. Ia juga berharap mereka mampu menghasilkan strategi konkret untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global.

Selain itu, diharapkan seminar ini dapat merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis data yang kuat untuk peningkatan ekonomi nasional di masa mendatang.