Maarten Paes Pahlawan Ajax di Play Off Conference League

oleh -7 Dilihat
Maarten Paes Pahlawan Ajax di Play Off Conference League

KabarDermayu.com – Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menjelma menjadi pahlawan bagi Ajax Amsterdam dalam upaya mereka mengamankan tiket ke kompetisi Eropa. Penampilannya yang gemilang menjadi kunci kemenangan Ajax atas FC Utrecht dalam laga final play-off kualifikasi UEFA Conference League yang digelar di Stadion Kras, Volendam, pada Minggu, 24 Mei 2026.

Dalam pertandingan yang harus diselesaikan melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Maarten Paes berhasil menyelamatkan dua tendangan penalti dari pemain FC Utrecht. Keberhasilannya ini membawa Ajax menang dengan skor 4-3 dalam drama adu tos-tosan, sekaligus memastikan mereka lolos ke babak kualifikasi kedua UEFA Conference League musim depan.

Sejak menit awal pertandingan, FC Utrecht menunjukkan intensitas serangan yang tinggi. Peluang pertama datang dari sundulan Siebe Horemans, namun Maarten Paes dengan sigap mampu menepis bola berkat refleksnya yang luar biasa. Tekanan dari Utrecht membuat Ajax sedikit kesulitan untuk mengembangkan permainan.

Meskipun demikian, Ajax perlahan berhasil menemukan ritme permainan mereka. Pada menit ke-14 dan ke-17, Steven Berghuis dan Aaron Bouwman mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol. Namun, kiper FC Utrecht, Vasilis Barkas, juga menunjukkan performa tangguh di bawah mistar gawangnya.

Memasuki babak kedua, Ajax mengambil alih dominasi penguasaan bola. Jorthy Mokio hampir saja memecah kebuntuan pada menit ke-52, namun tendangannya hanya membentur mistar gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan pada menit ke-90, skor tetap imbang 0-0, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Gol yang dinanti akhirnya tercipta pada menit ke-96. Davy Klaassen berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang FC Utrecht untuk membawa Ajax unggul 1-0. Gol ini sempat membangkitkan optimisme para pendukung Ajax.

Namun, semangat juang FC Utrecht belum padam. Pada menit ke-107, Gjivai Zechiel melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihalau oleh Maarten Paes, sehingga kedudukan kembali imbang 1-1.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti. Di sinilah Maarten Paes benar-benar menjadi bintang lapangan. Mantan penjaga gawang FC Dallas ini berhasil menggagalkan eksekusi penalti dari Sebastien Haller dan Souffian El Karouani. Sementara itu, empat penendang penalti Ajax berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengamankan kemenangan 4-3 bagi timnya.

Baca juga: Fakta di Balik Film Pesta Babi dan Food Estate Papua Versi Mama Sinta

Kemenangan ini memiliki arti yang sangat penting bagi Ajax, terutama setelah musim yang penuh dengan gejolak. Klub asal Amsterdam tersebut hanya mampu finis di posisi kelima Eredivisie dan mengalami pergantian pelatih sebanyak tiga kali sepanjang musim, mulai dari John Heitinga, Fred Grim, hingga akhirnya ditangani oleh Óscar García.

Tiket ke UEFA Conference League ini setidaknya menjadi penyelamat muka bagi Ajax dan menghindarkan mereka dari catatan buruk tidak berpartisipasi dalam kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak tahun 1991.

Sayangnya, momen euforia kemenangan tersebut sedikit ternoda oleh insiden yang tidak menyenangkan. Sejumlah suporter Ajax dilaporkan melakukan invasi ke lapangan setelah pertandingan usai, yang memaksa aparat keamanan untuk turun tangan guna mengendalikan situasi.

Di sisi lain, hasil pertandingan ini menjadi akhir yang pahit bagi pelatih FC Utrecht, Ron Jans. Pria berusia 67 tahun itu secara resmi mengakhiri karier kepelatihannya setelah laga ini, dan gagal mempersembahkan tiket ke kompetisi Eropa sebagai kado perpisahan.

Susunan Pemain

Ajax (4-3-3): Maarten Paes; Anton Gaaei, Youri Baas, Aaron Bouwman, Lucas Rosa; Youri Reeger, Davy Klaassen, Jorthy Mokio; Steven Berghuis, Mika Godts, Kasper Dolberg. Pelatih: Óscar García.

FC Utrecht (4-2-3-1): Vasilis Barkas; Niklas Vesterlund, Mike Van Der Hoorn, Mike Eerdhuijzen, Souffian El Karouani; Gjivai Zechiel, Siebe Horemans; Yoann Cathline, Dani De Wit, Jesper Karlsson; Artem Stepanov. Pelatih: Ron Jans.