Misa Penghiburan di Depok Dihentikan, Polisi Sebut Ada Miskomunikasi

oleh -1 Dilihat
Misa Penghiburan di Depok Dihentikan, Polisi Sebut Ada Miskomunikasi

KabarDermayu.com – Sebuah video yang beredar luas di media sosial menampilkan dugaan penghentian misa penghiburan di sebuah rumah duka di kawasan Cipayung, Depok. Peristiwa ini sontak memicu perhatian dan berbagai reaksi dari publik.

Pihak kepolisian kemudian turun tangan untuk memberikan klarifikasi terkait kejadian yang menjadi viral tersebut. Video tersebut, yang diunggah melalui akun Instagram @depok24jam, mengindikasikan adanya penghalangan ibadah di kawasan Bulak Timur. Disebutkan bahwa romo yang seharusnya memimpin misa sudah tiba di lokasi.

Narasi yang menyertai video tersebut menyatakan bahwa ibadah tersebut diduga dihalangi oleh pengurus lingkungan setempat. Kejadian ini dilaporkan terjadi di kawasan Bulak Timur, Gang Haji Abdul Aziz, RT 005/RW 09, Cipayung, Depok, seperti dikutip dari akun Instagram @depok24jam pada Rabu, 1 Juli 2026.

Menanggapi isu yang berkembang, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Polisi Hendra, menjelaskan bahwa akar permasalahan ini adalah kesalahpahaman. Kesalahpahaman terjadi antara pemilik rumah duka dan sebagian warga di lingkungan sekitar.

Menurut Hendra, ada warga yang tidak mengetahui adanya kegiatan ibadah tersebut. Akibatnya, warga tersebut sempat mempertanyakan acara yang sedang berlangsung di rumah duka.

“Ada miskomunikasi awalnya, ada warga yang tidak tahu-menahu menegur ada acara apa,” ujar Hendra.

Lebih lanjut, Hendra membantah informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa ketua RT adalah pihak yang menghalangi pelaksanaan misa. Ia menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar, mengingat ketua RT sedang tidak berada di kota pada saat kejadian.

“Kalau di medsos kan pak RT yang memberikan acara tersebut, padahal pak RT-nya lagi di luar kota,” jelasnya.

Untuk meredakan situasi dan mencegah masalah meluas, aparat kepolisian bersama dengan unsur TNI segera mendatangi lokasi kejadian. Mereka bertugas memfasilitasi dialog antara warga dengan pihak keluarga yang menggelar acara.

Upaya mediasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan TNI tersebut dilaporkan berjalan dengan baik. Kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

“Sudah diselesaikan sama kapolsek dan koramil, sudah (damai),” pungkas Hendra.