Nanik S Deyang Dinilai Tepat Jadi Kepala BGN, Singgung Kerja Lapangan dan Dapur Bermasalah

oleh -5 Dilihat
Nanik S Deyang Dinilai Tepat Jadi Kepala BGN, Singgung Kerja Lapangan dan Dapur Bermasalah

KabarDermayu.com – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan pandangannya terkait penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Dasco, DPR mengapresiasi langkah evaluasi menyeluruh yang dilakukan pemerintah terhadap jajaran pimpinan BGN, termasuk pencopotan Dadan Hindayana dan dua wakil kepala sebelumnya.

“Kami juga mendapatkan informasi dan juga setelah mendengarkan konferensi pers dari Menteri Sekretaris Negara tentang pergantian Kepala BGN,” ujar Dasco kepada awak media pada Selasa malam, 2 Juni 2026.

Dasco menambahkan bahwa DPR menghargai keputusan Presiden Prabowo yang dinilai telah mendengarkan aspirasi masyarakat, para penerima manfaat program, serta masukan dari berbagai kementerian dan DPR.

“Pemerintah, dalam hal ini Bapak Presiden, telah mengambil satu keputusan untuk mengadakan evaluasi pimpinan BGN,” tegasnya.

Dasco Sebut Nanik Aktif Turun ke Lapangan

Secara spesifik, Dasco menilai penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN merupakan pilihan yang tepat.

Ia menjelaskan bahwa Nanik dikenal aktif dalam kegiatan lapangan dan melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Iya, kalau kemudian kita lihat selama ini Bu Nanik adalah Wakil Kepala BGN yang belum lama di situ, tetapi kemudian Bu Nanik ini banyak melakukan kerja-kerja lapangan,” ungkap Dasco.

Berdasarkan laporan dan pemantauan dari komisi teknis di DPR, Nanik juga disebut aktif mengawasi dapur-dapur penyedia MBG.

Baca juga: Megawati Hangestri ke Korea: Agen Konfirmasi Kedatangan Akhir Juni

Bahkan, Nanik dilaporkan telah beberapa kali menutup dapur yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan.

“Melakukan monitoring-monitoring lapangan dan juga banyak sudah menutup dapur-dapur yang tidak memenuhi syarat di lapangan,” tuturnya.

Oleh karena itu, Dasco berpendapat bahwa Presiden Prabowo memiliki pertimbangan kuat dalam menunjuk Nanik sebagai pimpinan baru BGN.

“Sehingga menurut kami, pada hemat kami, keputusan Presiden untuk mengangkat walaupun itu adalah hak prerogatif dari pihak pemerintah, dalam hal ini Presiden, mungkin adalah pilihan yang tepat,” pungkasnya.

DPR Singgung Banyak Evaluasi untuk BGN

Dalam keterangannya, Dasco juga mengungkapkan bahwa DPR selama ini menerima berbagai catatan evaluasi terkait kinerja Badan Gizi Nasional.

Masukan-masukan tersebut, kata Dasco, telah disampaikan oleh Komisi IX DPR kepada pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara.

“Masukan-masukan dari Komisi IX itu dibikin secara tertulis mengenai apa-apa yang kemudian dirasakan perlu diperbaiki dan ditingkatkan di BGN,” jelasnya.

Menurut Dasco, evaluasi yang dilakukan pemerintah mencakup aspek tata kelola hingga koordinasi lintas kementerian yang dinilai masih memerlukan perbaikan.

Namun, ia menegaskan bahwa detail persoalan internal BGN sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah untuk menjelaskannya.

“Tadi kalau mendengar penjelasan dari Menteri Sekretaris Negara, ada hal-hal evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah. Dalam hal ini menyangkut tata kelola dan kemudian kerja sama lintas kementerian yang kemudian dirasa kurang,” terangnya.

DPR Akan Pantau Kepemimpinan Baru BGN

Meskipun mendukung penunjukan Nanik, Dasco menyatakan bahwa DPR akan tetap melakukan pengawasan terhadap kepemimpinan baru BGN.

Komisi IX DPR akan segera berkoordinasi dengan pimpinan baru untuk memahami rencana pembenahan dan penguatan tata kelola lembaga tersebut.

“Saya pikir Komisi IX akan segera melakukan koordinasi untuk mengetahui planning dari pimpinan BGN yang baru untuk memperbaiki dan kemudian untuk lebih membuat tata kelola di BGN ini lebih bagus,” katanya.

Dasco juga menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan munculnya sorotan publik karena Nanik sebelumnya masih menjabat dalam manajemen lama BGN sebagai wakil kepala.

Menurutnya, pemerintah tentu memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan sosok pengganti Dadan Hindayana.

“Iya, saya pikir pemerintah mungkin mempunyai pertimbangan sendiri dan silakan nanti kemudian kepemimpinan yang baru juga kemudian dinilai oleh masyarakat,” ujarnya.

MBG Diminta Tetap Berjalan

Selain terkait pergantian pimpinan, Dasco berharap program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan secara normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami gangguan.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program, terutama bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau daerah 3T.

“Kami harapkan dengan adanya evaluasi, BGN akan berbenah diri dan terus melayani masyarakat, penerima manfaat dan pergantian ini tentu tidak akan mempengaruhi pelayanan yang berlangsung selama ini,” tutup Dasco.