OJK: Investasi Jangka Panjang RI Tetap Menjanjikan Meski IHSG Lesu

oleh -7 Dilihat
OJK: Investasi Jangka Panjang RI Tetap Menjanjikan Meski IHSG Lesu

KabarDermayu.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi atau Kiki, menyatakan keyakinannya bahwa prospek investasi jangka panjang di Indonesia tetap cerah. Pernyataan ini disampaikan meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan dalam beberapa waktu terakhir.

Kiki menjelaskan bahwa koreksi yang terjadi pada IHSG dipengaruhi oleh berbagai dinamika global. Hal ini terjadi bersamaan dengan upaya reformasi integritas dan perbaikan yang sedang gencar dilakukan oleh OJK di pasar modal Indonesia.

Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional yang kuat menjadi landasan utama bagi terjaganya prospek investasi jangka panjang, khususnya di pasar modal Indonesia.

“Karena investasi di pasar modal Indonesia adalah investasi jangka panjang, maka kita harus terus melihat bagaimana fundamental ekonomi kita ke depannya,” ujar Kiki di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Senin, 25 Mei 2026.

Lebih lanjut, Kiki memastikan bahwa pemerintah terus berupaya mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional agar dapat bergerak lebih dinamis.

Seiring dengan percepatan program-program strategis pemerintah, OJK juga tengah menggalakkan berbagai program untuk memperkuat ketahanan sektor jasa keuangan di Tanah Air.

“Salah satu fokus utama OJK adalah penguatan ekosistem dan pembiayaan UMKM,” kata Kiki.

Untuk mendukung upaya tersebut, OJK bahkan telah membentuk departemen baru yang secara khusus akan berfokus pada pengembangan UMKM di dalam negeri.

Selain itu, Kiki menambahkan, OJK terus melakukan pendalaman pasar keuangan untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional. Salah satu opsinya adalah pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan pembangunan di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca juga: KRL Rangkasbitung Dilempar Batu, Kaca Pintu dan Jendela Rusak

“Seiring dengan upaya OJK lainnya seperti mendorong pengembangan ekonomi hijau, serta memperkuat sektor keuangan digital yang aman dan berintegritas. Karena tidak mungkin rasanya kita mengembangkan hal-hal tersebut secara optimal, tanpa dukungan aspek keuangan digital di sektor keuangan,” jelasnya.