OPM Elkius Kobak Diduga Bakar Pesawat di Papua, TNI Beri Ancaman Tegas

oleh -1 Dilihat
OPM Elkius Kobak Diduga Bakar Pesawat di Papua, TNI Beri Ancaman Tegas

KabarDermayu.com – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto, mengeluarkan peringatan keras kepada kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Peringatan ini menyusul insiden penembakan pilot dan pembakaran pesawat sipil milik PT Associated Mission Aviation (AMA) Air di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

TNI meminta seluruh anggota kelompok tersebut untuk segera menghentikan aksi kekerasan. Mereka diimbau untuk meninggalkan hutan dan meletakkan senjata. Jika perlawanan bersenjata tetap dilakukan, TNI menegaskan akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Kami ingatkan kepada seluruh anggota TPNPB-OPM untuk menghentikan seluruh aksi kejahatan kemanusiaan, segera letakkan senjata dan kembali bergabung ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ujar Lucky pada Jumat, 3 Juli 2026.

Lucky menjelaskan bahwa prajurit TNI bertindak berdasarkan dasar hukum Rules of Engagement (ROE). Ini memastikan setiap operasi dilakukan secara terukur dengan menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia.

“Dan perlu digaris bawahi, TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas ketika berhadapan dalam situasi mendesak,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa prinsip keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi senantiasa menjadi pedoman utama dalam menghadapi situasi genting.

Dia menegaskan bahwa pembangunan di Papua tidak bisa terwujud melalui aksi teror atau kekerasan terhadap masyarakat. Aksi intimidasi, pembakaran fasilitas umum, hingga pembunuhan yang dilakukan kelompok bersenjata justru menghambat terciptanya keamanan dan kesejahteraan di Tanah Papua.

“Yang dilakukan oleh TPNPB-OPM, sejatinya adalah musuh bersama yang harus kita lawan dan kita hentikan,” katanya.

Sementara itu, Komando Operasi TNI Habema telah mengungkap identitas kelompok yang diduga bertanggung jawab atas penembakan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin. Kelompok tersebut juga diduga melakukan pembakaran pesawat PT AMA Air PK-RCY di Yahukimo.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Infanteri M. Wirya Arthadiguna, menyatakan bahwa berdasarkan informasi awal, aksi tersebut diduga dilakukan oleh kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin oleh Elkius Kobak.

“Berdasarkan informasi awal yang diterima aparat keamanan, pembunuhan terhadap pilot serta pembakaran pesawat PT AMA Air dilakukan oleh kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak,” ujar Wirya.

Pasca-insiden tersebut, Koops TNI Habema segera mengerahkan personel untuk melakukan penyisiran dan memburu para pelaku. Upaya ini dilakukan untuk menegakkan hukum dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Selain itu, TNI berhasil mengevakuasi jenazah pilot dari lokasi kejadian. Lokasi tersebut berada di wilayah pegunungan dengan tingkat kesulitan medan yang tinggi, sehingga membutuhkan upaya ekstra.

Wirya menjelaskan bahwa operasi evakuasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema. Dukungan dua helikopter Caracal sangat krusial dalam pelaksanaan misi penyelamatan ini.

“Jenazah Nicholas F. Goselin berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan telah tiba dengan selamat di Timika setelah diterbangkan menggunakan dukungan udara Koops TNI Habema,” katanya. Proses evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antar unit.

Menurut dia, setelah proses evakuasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak berwenang. Penyerahan ini dilakukan untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku di Indonesia.

Di sisi lain, aparat TNI bersama unsur terkait terus memperketat pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Pengamanan ini bertujuan untuk mendukung proses penyelidikan sekaligus menjamin keamanan masyarakat dan kelancaran aktivitas penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua.

“Pengamanan wilayah dilakukan guna menjamin keamanan masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua,” tutur Wirya. Keamanan yang kondusif sangat penting untuk pembangunan dan kesejahteraan di wilayah tersebut.