Pariwisata Devisa: Anggota DPR Dorong Wisatawan Masuk Indonesia

oleh -3 Dilihat
Pariwisata Devisa: Anggota DPR Dorong Wisatawan Masuk Indonesia

KabarDermayu.com – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas, Komisi VII DPR RI mendorong pemerintah untuk memperkuat sektor pariwisata. Sektor ini diharapkan menjadi mesin utama dalam menambah devisa negara secara cepat, merata, dan padat karya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman, menyatakan bahwa ketika sektor lain seperti ekspor menghadapi ketidakstabilan harga dan investasi asing menahan diri, pariwisata menjadi sektor yang paling cepat memutar uang. Uang tersebut langsung mengalir ke masyarakat.

Menurutnya, kedatangan satu turis saja sudah dapat menghasilkan devisa yang langsung dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari tukang ojek, pedagang pasar, penyedia penginapan rumahan (homestay), hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Gandung Pardiman menjelaskan bahwa target devisa dari kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2026 adalah sebanyak 16 hingga 17,6 juta wisman, dengan potensi devisa mencapai Rp375 hingga Rp416 triliun. Sementara itu, target untuk tahun 2025 adalah tercapainya 15 juta wisman.

Ia menambahkan bahwa belanja yang dilakukan oleh wisman memberikan dampak langsung kepada UMKM. Uang tersebut langsung masuk ke sektor perhotelan, restoran, transportasi lokal, pemandu wisata, hingga homestay. Event pariwisata yang sukses dapat menggerakkan sekitar 3.500 UMKM dan menyerap lebih dari 50.800 tenaga kerja.

Sektor pariwisata juga berperan penting sebagai penopang neraca jasa. Data pada bulan Februari 2026 menunjukkan bahwa perjalanan wisman ke Indonesia mencatat surplus sebesar 0,64 juta dibandingkan dengan perjalanan Warga Negara Indonesia (WNI) ke luar negeri. Angka ini berkontribusi dalam menopang devisa pariwisata nasional.

Gandung Pardiman juga menguraikan bahwa situasi global di Timur Tengah diproyeksikan akan mengurangi jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 60 ribu orang. Hal ini berpotensi menyebabkan kerugian devisa sebesar Rp2,04 triliun pada tahun 2026.

Melihat kondisi ini, ia menilai bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengantisipasi dan memanfaatkan situasi tersebut. Keunggulan geografis Indonesia yang sangat strategis menjadikannya tujuan menarik bagi wisatawan asing.

Indonesia memiliki lima destinasi wisata super prioritas yang sangat potensial untuk menarik wisatawan asing. Kelima destinasi tersebut meliputi Danau Toba, Mandalika, Borobudur, Likupang, dan Labuan Bajo.

Selain menarik wisman, Gandung Pardiman menekankan pentingnya strategi kedua, yaitu menggenjot pariwisata nusantara (wisnus). Dengan mendorong masyarakat Indonesia untuk berwisata di dalam negeri, diharapkan perputaran uang dapat lebih banyak tersimpan untuk ekonomi lokal dan nasional.

Ia merujuk pada data bulan Juli 2025 yang menunjukkan bahwa perjalanan wisnus mencapai 100,2 juta, mengalami kenaikan sebesar 29,72 persen. Program seperti “Jelajah Indonesia Saja” merupakan salah satu kegiatan yang sangat efektif dalam menggerakkan sektor pariwisata domestik.

Menyikapi hal tersebut, Komisi VII DPR RI menyatakan kesiapannya untuk mengawal anggaran promosi pariwisata. Selain itu, mereka juga akan mendukung regulasi terkait keselamatan pariwisata dan kebijakan perpajakan yang pro-pariwisata.

Gandung Pardiman menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa di saat nilai tukar dolar mengalami fluktuasi, senyum kebahagiaan wisatawan yang berbelanja di seluruh destinasi wisata dan pasar UMKM memiliki nilai yang pasti dan dirasakan langsung oleh masyarakat.