Xi Jinping pada Kim Jong Un: Persahabatan China-Korea Utara Kekal

oleh -3 Dilihat
Xi Jinping pada Kim Jong Un: Persahabatan China-Korea Utara Kekal

KabarDermayu.com – Presiden China Xi Jinping, dalam pertemuan bilateral dengan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un di Pyongyang, menegaskan bahwa hubungan persahabatan antara kedua negara tidak akan berubah dan akan senantiasa kokoh.

Pernyataan ini disampaikan Xi Jinping pada Senin, 8 Juni, seperti dikutip dari Kementerian Luar Negeri China. Ia menekankan bahwa terlepas dari perubahan situasi internasional, posisi tegas China yang sangat menghargai persahabatan tradisional dengan Korea Utara tidak akan goyah. Dukungan China terhadap kepemimpinan Kim Jong Un dalam pembangunan sosialisme di Korea Utara juga ditegaskan tidak akan berubah.

Pertemuan tersebut merupakan kunjungan pertama Xi Jinping ke Pyongyang setelah tujuh tahun. Kunjungan ini berlangsung di Kumsusan Guesthouse, Pyongyang.

Xi Jinping menambahkan bahwa China dan Korea Utara sama-sama merupakan negara sosialis yang dipimpin oleh partai komunis. Persahabatan tradisional mereka berakar pada cita-cita, keyakinan, dan tujuan perjuangan bersama, yang memiliki sejarah panjang, fondasi politik yang kuat, serta ikatan emosional yang mendalam.

Tekad kuat untuk menjaga kepentingan bersama kedua negara dan lingkungan strategis yang kondusif juga disebut tidak akan berubah. Xi Jinping menekankan pentingnya kedua negara untuk memiliki pandangan jauh ke depan dalam menghadapi perubahan besar dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ia menyerukan agar kedua negara meneruskan perjuangan masa lalu, membuka masa depan, menangkap peluang dalam arus besar perkembangan sejarah umat manusia, serta menciptakan prospek yang lebih baik bagi pembangunan sosialisme di kedua negara, serta bagi perdamaian dan pembangunan kawasan.

Presiden Xi Jinping menguraikan empat pandangan mengenai pengembangan hubungan China-Korea Utara. Pertama, pentingnya interaksi pemimpin tertinggi sebagai panduan untuk memperkuat fondasi saling percaya politik. Ia menyatakan kesediaannya untuk menjaga komunikasi strategis yang erat dengan Kim Jong Un guna memandu hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi.

Hubungan antarkedua partai juga dinilai memegang peran penting sebagai pemandu. Xi Jinping mengusulkan agar kedua partai memperluas dan mengaktifkan pertukaran persahabatan di berbagai tingkatan dan bidang, termasuk saling bertukar pengalaman dalam mengelola partai dan memerintah negara. Penguatan pertukaran di bidang diplomasi, penegakan hukum, militer, dan bidang lainnya juga menjadi fokus.

Hal kedua yang ditekankan adalah berpegang pada tujuan menyejahterakan rakyat sebagai daya dorong untuk meningkatkan kerja sama praktis. China menyatakan kesiapannya untuk memperkuat penyelarasan strategi pembangunan dengan Korea Utara.

Kerja sama praktis di berbagai bidang seperti ekonomi dan perdagangan, pertanian, konstruksi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kesehatan medis diharapkan dapat lebih menyejahterakan rakyat kedua negara. Hal ini merupakan bagian dari upaya China untuk memperluas kolaborasi di bidang-bidang tersebut.

Ketiga, berpegang pada persahabatan sebagai daya dorong untuk mempererat ikatan antar masyarakat. China dan Korea Utara sepakat untuk menjaga dan mengelola dengan baik fasilitas peringatan bagi para martir Tentara Sukarelawan Rakyat China yang berada di Korea Utara.

Pelaksanaan pendidikan tradisi revolusioner dan pendidikan ideologis bagi kaum muda juga menjadi prioritas. Tujuannya adalah untuk mewariskan semangat persahabatan tradisional kedua negara kepada generasi mendatang. China juga berkeinginan memperkuat pertukaran dan kerja sama di bidang pendidikan, sastra dan seni, pariwisata, olahraga, media, pemuda, serta antar daerah dan kota kembar.

Hal ini diharapkan dapat membuat persahabatan tradisional China-Korea Utara semakin mengakar kuat di hati masyarakat kedua negara. Keempat, berpegang pada konsep keadilan dan kebenaran untuk memperkaya makna kerja sama strategis. Xi Jinping menyampaikan konsep pembangunan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia dan empat inisiatif global.

Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong tata kelola global berkembang ke arah yang lebih adil dan rasional, sejalan dengan pertanyaan besar tentang arah pergerakan umat manusia. Menanggapi hal ini, Kim Jong Un menyatakan bahwa kunjungan Xi Jinping ke Korea Utara setelah tujuh tahun merupakan kehormatan besar bagi rakyat Korea Utara. Ia menyampaikan sambutan terhangat untuk sang tamu.

Kim Jong Un menambahkan bahwa kunjungan luar negeri pertama Xi Jinping tahun ini yang langsung menuju Pyongyang menunjukkan perhatian besar dan persahabatan mendalam terhadap hubungan Korea Utara-China, serta menjadi dorongan besar bagi negaranya. Ia menekankan bahwa hubungan Korea Utara-China, yang telah teruji oleh waktu dan selalu berada di sisi sejarah yang benar, yaitu kemandirian dan keadilan, merupakan hubungan yang tak tergoyahkan.

Kekhususan hubungan kedua negara tidak hanya terletak pada kedekatan geografis, tetapi lebih dari itu, pada persahabatan tradisional yang mendalam serta cita-cita dan keyakinan bersama yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Kim Jong Un menyebutkan bahwa berbagai departemen Korea Utara akan bekerja sama dengan pihak China untuk melaksanakan seluruh kesepakatan.

Upaya bersama akan dilakukan untuk mendorong pertukaran dan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan, infrastruktur, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan, serta sosial-budaya, dan berbagai bidang lainnya. Korea Utara menegaskan komitmennya untuk secara konsisten dan teguh berpegang pada prinsip ‘Satu China’.

Negara itu juga akan dengan tegas mendukung kebijakan dan posisi China dalam menjaga kepentingan intinya. Kim Jong Un menyatakan bahwa pengembangan hubungan Korea Utara-China akan selalu menjadi urusan strategis utama negara yang paling penting. Korea Utara berupaya keras membangun hubungan ini sebagai teladan antarnegara, dan bersama-sama memberikan kontribusi bagi perdamaian serta kemakmuran kawasan dan dunia.

Turut mendampingi Presiden Xi Jinping dalam kunjungan tersebut adalah Sekretaris Sekretariat Partai Komunis China Cai Qi, Menteri Luar Negeri Wang Yi, dan sejumlah pejabat lainnya.