Menteri Israel Dilarang Berkunjung ke Prancis

oleh -4 Dilihat
Menteri Israel Dilarang Berkunjung ke Prancis

KabarDermayu.com – Pemerintah Prancis secara resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya. Keputusan ini diambil menyusul beredarnya sebuah video yang menunjukkan perlakuan kasar terhadap aktivis kemanusiaan asing yang ditahan oleh otoritas Israel.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyatakan bahwa larangan ini secara spesifik berkaitan dengan tindakan Ben-Gvir terhadap warga negara Prancis dan Eropa yang tergabung dalam armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Ia menegaskan bahwa Itamar Ben-Gvir tidak diizinkan memasuki Prancis mulai hari ini.

Prancis, bersama dengan Italia, juga mendorong agar Uni Eropa memberlakukan sanksi terhadap menteri sayap kanan Israel tersebut. Langkah ini diambil setelah Ben-Gvir mengunggah sebuah video pada hari Rabu. Video tersebut memperlihatkan puluhan aktivis asing dalam kondisi tertahan, dipaksa berlutut dengan dahi menempel ke tanah dan tangan terikat.

Video yang diberi judul “Selamat Datang di Israel” itu menampilkan Ben-Gvir yang mencemooh para aktivis sambil mengibarkan bendera Israel. Para aktivis tersebut sebelumnya ditangkap oleh pasukan Israel setelah armada kemanusiaan yang mereka ikuti dicegat di perairan internasional.

Menyusul kecaman internasional yang luas, pemerintah Israel mengumumkan bahwa para aktivis tersebut akan dideportasi. Tercatat sebanyak 36 warga negara Prancis berada di dalam armada bantuan tersebut. Misi ini merupakan bagian dari upaya terbaru aktivis internasional untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza, setelah konvoi serupa juga dicegat pada bulan sebelumnya.

Meskipun Prancis tidak secara eksplisit mendukung aksi armada tersebut, Barrot menekankan bahwa negaranya tidak dapat menerima perlakuan kasar terhadap warganya. Ia menyatakan bahwa warga negara Prancis tidak boleh diancam, diintimidasi, atau diperlakukan secara brutal, terutama oleh seorang pejabat publik.

Selain Prancis, Spanyol juga telah mendesak Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap Ben-Gvir. Sementara itu, Inggris memanggil diplomat senior Israel untuk memberikan penjelasan terkait video yang dianggap provokatif tersebut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut tindakan Ben-Gvir “tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel”. Namun, ia tetap mempertahankan Ben-Gvir dalam jabatannya sebagai menteri keamanan nasional. Sebelumnya, Netanyahu juga mengecam armada bantuan kemanusiaan tersebut sebagai “skema jahat” yang diduga bertujuan untuk mendukung Hamas.

Baca juga: 102 Ribu Rekening Dibekukan Akibat Scam Rp13 Triliun

Armada bantuan kemanusiaan tersebut berangkat dari Turki pekan lalu, terdiri dari sekitar 50 kapal yang dikoordinasikan oleh organisasi Global Sumud Flotilla. Israel sendiri masih mengontrol seluruh akses masuk ke Gaza, yang telah diblokade sejak tahun 2007. Selama periode perang, wilayah Gaza mengalami krisis kemanusiaan yang serius akibat kekurangan pangan, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.