KabarDermayu.com – Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, memberikan klarifikasi terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa PDI Perjuangan (PDIP) pada dasarnya memiliki kesamaan hati dengan jajaran pemerintah saat ini.
Menurut Bahtra, Presiden Prabowo memandang bahwa seluruh partai politik, baik yang berada dalam barisan koalisi maupun di luar pemerintahan, pada dasarnya mengemban misi yang sama dalam upaya membangun bangsa.
Kesamaan visi tersebut, lanjut Bahtra, diwujudkan melalui komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program kerja yang telah dirancang oleh pemerintah.
“Pak Prabowo menyampaikan hal tersebut karena beliau meyakini bahwa tentu partai yang berkoalisi dengan pemerintah ataupun partai yang berada di luar pemerintah termasuk PDIP, tujuannya sama yaitu bagaimana membangun bangsa ini agar kesejahteraan bagi masyarakat bisa terwujud,” ujar Bahtra pada Minggu, 26 Juli 2026.
Bahtra menambahkan bahwa program-program strategis yang kini dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Lebih lanjut, Bahtra menjelaskan bahwa pandangan Presiden Prabowo tersebut berakar pada pemikiran para pendiri bangsa, yakni Bung Karno dan Bung Hatta, sebagaimana yang tertuang dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Pemerintahan saat ini dinilai tengah berupaya keras memperjuangkan nilai-nilai kemandirian bangsa dan peningkatan taraf hidup rakyat sesuai dengan cita-cita luhur yang telah diletakkan oleh para pendiri negara.
Ia menekankan bahwa pernyataan mengenai PDIP yang sehati dengan pemerintah tidak boleh disalahartikan sebagai penyamaan posisi atau koalisi politik formal. Sebaliknya, hal tersebut lebih merujuk pada kesamaan cita-cita dalam membangun Indonesia.
Bahtra menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam sebuah negara demokrasi, namun hal tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu demi kepentingan nasional.
“Ketika beliau menyampaikan bahwa PDI Perjuangan sejatinya sehati dengan pemerintah, yang dimaksud adalah adanya kesamaan cita-cita dalam menjaga keutuhan NKRI, memperkokoh kedaulatan bangsa dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas Bahtra.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung dinamika koalisi politik dalam pidatonya saat peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada Kamis, 23 Juli 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa persaingan politik adalah hal yang lumrah dan tidak menutup kemungkinan bagi pihak-pihak yang berbeda pandangan untuk kembali menjalin kerja sama demi kepentingan yang lebih besar.
“Jadi Saudara-saudara, bersaing itu baik. Bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, nggak masalah. Nanti juga bergabung lagi,” tutur Presiden Prabowo kala itu.
Presiden juga secara spesifik menyebut bahwa meskipun terdapat perbedaan posisi politik, PDIP memiliki tujuan yang selaras dengan pemerintah dalam membangun negara.
“PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita, benar, coba cek, digali hatinya. Sebetulnya sama,” pungkas Presiden Prabowo menegaskan pandangannya.





