Tanggapi Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Bali, PDIP Sebut Rakyat Sedang Kesulitan Ekonomi

oleh -2 Dilihat
Tanggapi Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Bali, PDIP Sebut Rakyat Sedang Kesulitan Ekonomi

KabarDermayu.com – Sebuah insiden tragis terjadi di Bali, di mana seorang pria berinisial KD meregang nyawa akibat dikeroyok oleh massa. Peristiwa ini dipicu oleh dugaan tindak pencurian seekor ayam milik warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kabupaten Tabanan.

Menanggapi kejadian tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa pihak partainya akan segera memberikan perhatian serta bantuan kepada keluarga korban. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang menimpa warga tersebut.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, pada Minggu, 26 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini dengan serius sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Lebih lanjut, Hasto menyoroti pentingnya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama bagi mereka yang saat ini tengah bergulat dengan kesulitan ekonomi akibat berbagai tantangan berat. Menurutnya, negara seharusnya hadir untuk memberikan perlindungan kepada setiap warga tanpa terkecuali.

“Semua pihak harus ingat bahwa Indonesia dibangun untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ujar Hasto saat memberikan keterangan kepada awak media.

Hasto menambahkan bahwa praktik ketidakadilan yang ekstrem, apalagi dilakukan secara main hakim sendiri, tidak seharusnya terjadi. Ia mengaitkan hal tersebut dengan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tidak stabil, sehingga memicu kerentanan sosial di tengah masyarakat.

Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, aksi main hakim sendiri ini terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026, dini hari. Peristiwa bermula sekitar pukul 01.30 WITA ketika KD diduga mencoba mengambil seekor ayam aduan milik I Wayan Adi Suteja, seorang warga setempat.

Aksi KD diketahui oleh pemilik ayam, yang kemudian memicu upaya pelarian diri dari terduga pelaku. Namun, warga yang selama ini merasa resah akibat maraknya kasus kehilangan ternak di wilayah tersebut, segera melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menangkap KD.

Emosi massa yang tak terbendung mengakibatkan pengeroyokan brutal terhadap KD. Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, mengungkapkan bahwa akibat tindakan tersebut, terduga pelaku meninggal dunia di lokasi kejadian.

Selain melakukan penganiayaan yang berujung maut, massa yang marah juga melampiaskan kekesalannya dengan membakar sepeda motor yang dikendarai oleh KD hingga hangus. Aksi tersebut terjadi sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi perkara.

Petugas dari Polsek Baturiti segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan warga sekitar pukul 02.00 WITA. Namun, setibanya di lokasi, kondisi korban sudah tidak bernyawa sehingga tim medis tidak dapat memberikan pertolongan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan bahaya tindakan main hakim sendiri. Diharapkan proses hukum yang berjalan dapat mengungkap fakta secara objektif dan mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan.