KabarDermayu.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya langkah konkret dari setiap kepala daerah untuk memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Salah satu cara paling efektif adalah dengan mempercepat digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Bima Arya, percepatan digitalisasi UMKM merupakan strategi krusial. Hal ini bertujuan agar produk-produk lokal tidak hanya meningkat nilai tambahnya, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, digitalisasi selaras dengan pola konsumsi generasi muda saat ini.
“Tinggal bagaimana caranya kita penetrasi masuk ke algoritma kekinian melalui digital marketing, meminta anak-anak muda melakukan inovasi, berkreasi supaya bisa masuk pasar mereka,” ujar Bima Arya saat menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Nusa Tenggara dan Maluku 2026 yang dirangkai dengan Bazar UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lombok, NTB, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Batal Berangkat, Ini Alasan Kemenag
Lebih lanjut, Bima Arya menjelaskan bahwa penguatan sektor UMKM sangat membutuhkan dukungan inovasi yang terpadu. Inovasi ini penting untuk mengatasi berbagai tantangan yang masih dihadapi oleh para pelaku usaha.
Ia merinci beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan teknologi produksi yang masih bersifat konvensional. Selain itu, kapasitas manajerial dalam pengelolaan usaha juga masih lemah, termasuk dalam hal pemisahan keuangan pribadi dan bisnis.
Oleh karena itu, Bima Arya menegaskan bahwa kepala daerah beserta seluruh jajaran pemerintah daerah (Pemda) harus mampu merancang strategi inovatif. Tujuannya adalah untuk memperkuat basis ekonomi lokal sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Salah satu tugas utama dari kepala daerah beserta jajaran pemerintah daerah adalah berpikir keras melakukan inovasi untuk menggenjot PAD dan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Selain itu, Bima Arya juga menilai bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing. Kolaborasi antara Pemda, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan komunitas lokal sangat penting.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengkurasi produk-produk unggulan daerah. Diharapkan produk tersebut memiliki karakteristik khas, kualitas yang terjaga, dan mampu bersaing baik di pasar nasional maupun di ranah digital.
Bima Arya menyampaikan optimismenya terhadap potensi besar yang dimiliki oleh wilayah NTB, khususnya Lombok. Ia menilai kekayaan produk daerah tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang jika didukung oleh strategi pemasaran yang tepat dan inovatif.
“Di NTB, di Lombok ini saya melihat potensinya besar ya, bukan saja kain-kain begitu ya, tetapi banyak produk-produk kuliner juga yang harusnya bisa bersaing,” pungkasnya. (LAN)





