Peringatan WHO: Potensi Lonjakan Kasus Hantavirus, Negara Diminta Waspada

oleh -8 Dilihat
Peringatan WHO: Potensi Lonjakan Kasus Hantavirus, Negara Diminta Waspada

KabarDermayu.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan kepada seluruh negara agar meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi potensi peningkatan kasus hantavirus. Peringatan ini muncul menyusul adanya kasus hantavirus yang terdeteksi pada penumpang kapal MV Hondius.

Seorang warga Prancis yang berada di kapal tersebut dilaporkan mengalami kondisi paling parah, bahkan memerlukan bantuan ventilator akibat terpapar virus ini. Situasi ini mendorong WHO untuk mengambil langkah antisipatif.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan dalam sebuah konferensi pers di Spanyol bahwa meskipun saat ini belum ada indikasi awal dari wabah yang lebih besar, situasi dapat berubah. Mengingat masa inkubasi hantavirus yang cukup panjang, kemungkinan munculnya kasus-kasus baru dalam beberapa minggu ke depan sangat mungkin terjadi.

Baca juga: Kurniawan Akui Kegagalan di Piala Dunia U-17: Ini Bukan Akhir

Tedros menjelaskan bahwa tingginya interaksi antarpenumpang di kapal sebelum alarm wabah diumumkan dan kasus pertama terkonfirmasi menjadi faktor utama perkiraan peningkatan kasus. Ia menekankan bahwa banyak penumpang berinteraksi sebelum langkah pencegahan penularan diterapkan secara efektif.

Masa inkubasi virus hantavirus bisa mencapai enam hingga delapan minggu. Oleh karena itu, interaksi yang terjadi selama periode tersebut, terutama sebelum tindakan pencegahan dilakukan, berpotensi menimbulkan kasus tambahan. Pihak WHO memperkirakan akan ada peningkatan kasus yang berasal dari kontak selama perjalanan kapal MV Hondius.

Menyikapi potensi penyebaran ini, Tedros juga menyerukan kepada otoritas kesehatan di berbagai negara untuk mematuhi panduan yang dikeluarkan oleh WHO terkait penanganan hantavirus. Panduan tersebut mencakup prosedur karantina selama 42 hari dan pemantauan ketat terhadap individu yang memiliki kontak berisiko tinggi.

Hingga awal pekan ini, WHO telah mengonfirmasi sembilan kasus varian Andes dari Hantavirus. Dua di antaranya adalah seorang perempuan asal Prancis dan seorang warga Amerika Serikat yang dinyatakan positif setelah dievakuasi dari kapal MV Hondius. Perkembangan ini menegaskan urgensi peringatan WHO.

Pasien asal Prancis, seorang perempuan berusia 65 tahun, dilaporkan mengalami gejala kardiopulmoner yang paling parah. Pejabat kesehatan di Prancis menyatakan bahwa pasien tersebut telah dipindahkan ke unit perawatan intensif. Kondisinya memerlukan dukungan alat bantu pernapasan dan sirkulasi darah.

Dokter Xavier Lescure, yang merawat pasien tersebut, menyebutkan bahwa pasien memiliki penyakit bawaan sebelumnya, namun tidak merinci lebih lanjut. Harapan saat ini adalah agar pasien dapat melewati fase kritis dengan bantuan medis yang intensif.

Selain kasus dari kapal MV Hondius, Kementerian Kesehatan Spanyol juga melaporkan perkembangan terkait warga negaranya yang dievakuasi. Satu dari 14 warga Spanyol yang dikarantina di sebuah rumah sakit militer di Madrid dinyatakan positif terinfeksi hantavirus dan mulai menunjukkan gejala.

Pasien yang sebelumnya sempat dinyatakan positif sementara, kini telah dipastikan terjangkit hantavirus. Gejala yang muncul meliputi demam ringan dan gangguan pernapasan ringan. Namun, kondisi pasien tersebut dilaporkan stabil dan belum menunjukkan penurunan klinis yang signifikan.