Pertamina Pulihkan Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Gempa NTT

oleh -14 Dilihat
Pertamina Pulihkan Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Gempa NTT

KabarDermayu.com – Upaya pemulihan pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini memasuki babak baru yang lebih menenangkan bagi masyarakat setempat. PT Pertamina (Persero) hadir memberikan solusi nyata atas kesulitan akses air bersih yang sempat melumpuhkan aktivitas warga di Kecamatan Reok, khususnya di Kelurahan Wangkung dan sekitarnya.

Sebelum adanya intervensi ini, kehidupan warga seperti Kristian Wawo dan Amelia di Watubaur sangat bergantung pada perjuangan fisik yang melelahkan. Mereka harus menempuh perjalanan hingga dua kilometer setiap harinya hanya untuk mendapatkan air yang layak konsumsi, memasak, serta kebutuhan sanitasi rumah tangga lainnya.

“Banyak suka dukanya untuk mendapatkan air bersih. Dulu kami harus berjalan hampir dua kilometer untuk mengambil air. Sekarang sumber air sudah dekat berkat bantuan dari Pertamina,” ungkap Kristian, yang kini dapat bernapas lega karena akses air yang jauh lebih mudah dijangkau.

Kondisi geografis dan dampak kerusakan infrastruktur pasca gempa memang sempat memperparah krisis air di wilayah tersebut. Amelia, warga Watubaur lainnya, menuturkan bahwa ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling krusial bagi warga yang sedang dalam masa pemulihan pasca bencana. Baginya, bantuan yang dihadirkan Pertamina bukan sekadar bantuan teknis, melainkan pemenuhan kebutuhan dasar yang sangat mendesak.

Sebagai langkah respons cepat saat masa tanggap darurat, Pertamina sebelumnya telah menyalurkan 108.500 liter air bersih melalui armada mobil tangki serta mendistribusikan 2.805 dus air mineral. Namun, menyadari bahwa kebutuhan air merupakan tantangan jangka panjang, perusahaan energi nasional ini beralih ke solusi permanen dengan membangun fasilitas sumur bor.

Pembangunan infrastruktur air ini mencakup dua titik strategis di Kecamatan Reok yang kini mampu melayani kebutuhan bagi 153 kepala keluarga (KK) serta sejumlah fasilitas umum vital. Berikut adalah rincian fasilitas yang telah dibangun:

  • Sumur Bor di Mata Air: Memiliki kedalaman 32 meter dengan debit air mencapai satu liter per detik. Fasilitas ini dirancang untuk menyokong kebutuhan 85 KK serta area Polsek Reok.
  • Sumur Bor di Kelurahan Wangkung: Memiliki kedalaman 28 meter dengan debit 1,3 liter per detik. Fasilitas ini melayani 68 KK, serta mendukung operasional Gereja Stasi Wangkung, SDK Kedindi, dan PAUD St. Arnoldus Wangkung.

Setiap titik sumur bor telah dilengkapi dengan menara air, tandon berkapasitas 1.100 liter, sistem pompa modern, serta jaringan perpipaan yang memadai. VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa strategi bantuan ini disesuaikan dengan fase pemulihan masyarakat.

“Di awal penanganan, masyarakat membutuhkan air bersih dengan cepat. Setelah kondisi berangsur pulih, kebutuhan berikutnya adalah memastikan masyarakat memiliki sumber air yang dapat terus digunakan. Karena itu, Pertamina melanjutkan dukungan dengan membangun sumur bor di dua lokasi,” ujar Baron.

Lebih lanjut, Baron berharap bahwa infrastruktur yang telah terbangun tidak hanya menjadi penyambung hidup selama masa pemulihan, tetapi juga menjadi aset yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka waktu yang lama. Kehadiran air bersih yang kini lebih dekat diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial warga di Kecamatan Reok.

Dengan selesainya pembangunan sarana air bersih ini, warga Watubaur kini dapat kembali fokus menata kehidupan mereka. Akses air yang memadai bukan hanya sekadar pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga simbol bangkitnya semangat masyarakat Manggarai untuk kembali beraktivitas dengan lebih baik pasca bencana alam yang sempat melanda.