PGN Perkuat Keselamatan Migas: Jaga Keandalan Infrastruktur Nasional

oleh -11 Dilihat
PGN Perkuat Keselamatan Migas: Jaga Keandalan Infrastruktur Nasional

KabarDermayu.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas Pertamina, menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi keselamatan di sektor minyak dan gas bumi (migas). Langkah ini menjadi fondasi utama untuk menjaga keandalan infrastruktur gas bumi nasional yang vital bagi perekonomian dan ketahanan energi Indonesia.

Komitmen tersebut ditekankan dalam sebuah audiensi umum yang diselenggarakan di Kantor Pusat PGN, Jakarta. Acara ini mempertemukan para pemangku kepentingan, termasuk pembina sektor keselamatan hilir migas di lingkungan Subholding Gas PGN.

Audiensi ini dihadiri oleh pejabat penting dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yaitu Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi, Joko Hadi Wibowo. Beliau memaparkan arah kebijakan pemerintah, upaya penguatan regulasi, serta pentingnya implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Selain itu, jajaran Direksi PGN juga turut hadir, menunjukkan keseriusan perusahaan dalam agenda keselamatan. Di antaranya adalah Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Mirza Mahendra, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Hery Murahmanta, Direktur Manajemen Risiko Eri Surya Kelana, serta Direktur Komersial Aldiansyah Idham. Mereka didampingi oleh para pimpinan dan perwakilan dari entitas di lingkungan Subholding Gas yang memegang peran sebagai Kepala Teknik maupun Wakil Kepala Teknik.

Joko Hadi Wibowo dalam pernyataannya menekankan bahwa keselamatan bukan sekadar aspek teknis, melainkan pondasi krusial dalam setiap kegiatan usaha migas. “Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) yang konsisten serta penguatan budaya keselamatan menjadi kunci untuk melindungi pekerja, masyarakat, dan lingkungan,” ujar Joko, mengutip pernyataannya pada Jumat, 3 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa hal ini juga esensial untuk menjaga keandalan instalasi dan kelangsungan pasokan energi nasional.

Lebih lanjut, Joko menggarisbawahi peran keselamatan sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung swasembada energi nasional. Upaya-upaya seperti penguatan budaya keselamatan, pencapaian target Zero Unplanned Shutdown (nol penghentian operasi tak terencana), serta peningkatan keandalan instalasi merupakan bagian integral dari jaminan pasokan energi nasional yang aman, andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Sinergi antara regulator dan badan usaha, menurut Joko, sangat diperlukan agar budaya keselamatan dapat tertanam kuat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap aktivitas operasional di sektor migas.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, menyatakan bahwa sebagai operator jaringan infrastruktur gas bumi terbesar di Indonesia, PGN menempatkan keselamatan sebagai nilai utama dalam setiap aktivitas operasionalnya. “Keselamatan merupakan prioritas utama dalam menjalankan operasional Subholding Gas,” tegas Mirza.

Ia menambahkan bahwa implementasi aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di PGN tidak hanya dipandang sebagai kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga sebagai budaya kerja yang terus diperkuat. Tujuannya adalah memastikan seluruh infrastruktur gas bumi dapat beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan untuk melayani kebutuhan energi nasional.

Sebagai operator infrastruktur gas bumi nasional, PGN memiliki jangkauan operasi yang luas di 18 provinsi. Perusahaan ini melayani berbagai segmen pelanggan melalui jaringan pipa maupun solusi beyond pipeline. Komitmen PGN terhadap HSSE diterapkan secara menyeluruh pada seluruh rantai bisnis, mulai dari pengelolaan pasokan, transmisi, distribusi, hingga fasilitas Liquefied Natural Gas (LNG), Compressed Natural Gas (CNG), dan pengolahan gas bumi.

Penguatan implementasi HSSE diwujudkan melalui berbagai program konkret. Ini mencakup penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) yang komprehensif, pelaksanaan Management Walkthrough (MWT) dan CEO Safety Talk untuk meninjau langsung kondisi lapangan dan komunikasi keselamatan, serta Management on Duty (MoD) untuk memastikan pengawasan yang ketat. Selain itu, peningkatan kompetensi pekerja melalui pelatihan, penguatan budaya keselamatan di semua tingkatan, dan evaluasi berkelanjutan terhadap keandalan aset dan instalasi menjadi prioritas.

Seluruh program tersebut dirancang untuk mencapai tujuan utama: menjaga keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan, sekaligus memastikan kontinuitas pasokan energi nasional yang vital.

Kinerja HSSE PGN menunjukkan tren positif yang membanggakan. Hingga Mei 2026, Subholding Gas telah mencatatkan lebih dari 484 juta Safe Man Hours (jam kerja aman). Perusahaan juga telah melaksanakan 48 kegiatan MWT dan 23 kegiatan MoD. Prestasi ini dilengkapi dengan berbagai penghargaan bergengsi di bidang keselamatan migas, termasuk 15 penghargaan Patra Nirbhaya dan 5 penghargaan Patra Karya Raksa.

Lebih lanjut, beberapa entitas di bawah Subholding Gas PGN juga berhasil meraih pengakuan atas kinerja pengelolaan lingkungan dan keselamatan mereka. Mereka dianugerahi 4 PROPER Emas dan 5 PROPER Hijau, yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap standar lingkungan dan keselamatan yang tinggi.

Melalui forum audiensi ini, PGN juga memperkuat sinergi yang telah terjalin dengan Direktorat Jenderal Migas. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengimplementasikan berbagai ketentuan keselamatan migas secara efektif. Fokus utama meliputi penguatan budaya keselamatan di seluruh lini, peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar sesuai dengan standar terkini, manajemen risiko yang proaktif, pelaksanaan inspeksi dan pemeriksaan keselamatan yang ketat, serta peningkatan keandalan instalasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

PGN meyakini bahwa penerapan budaya keselamatan yang kuat merupakan fondasi esensial bagi keberlanjutan operasional perusahaan. Selain itu, hal ini juga berkontribusi signifikan dalam mendukung agenda pemerintah untuk mewujudkan ketahanan energi nasional. Ke depan, PGN berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi HSSE secara konsisten. Hal ini akan dilakukan melalui kolaborasi erat dengan regulator, serta seluruh pemangku kepentingan.

Dengan upaya berkelanjutan ini, PGN berharap operasional perusahaan dapat berlangsung secara aman, andal, dan efisien, serta terus memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat dan perekonomian nasional.