Polisi Ungkap Kronologi Ledakan Pabrik Kimia, Kebocoran Pipa Diduga Penyebab

oleh -4 Dilihat
Polisi Ungkap Kronologi Ledakan Pabrik Kimia, Kebocoran Pipa Diduga Penyebab

KabarDermayu.com – Kepolisian Daerah Banten telah merilis kronologi lengkap mengenai insiden ledakan yang mengguncang pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia (MCCI) di Kota Cilegon, Banten. Ledakan tersebut menimbulkan kepulan asap putih tebal dan sempat membuat warga di sekitar lokasi panik.

Dugaan awal kepolisian menyebutkan bahwa sumber ledakan berasal dari kebocoran pada pipa di area produksi. Kebocoran ini diduga terjadi saat sistem produksi mengalami tekanan suhu yang sangat tinggi ketika pabrik beroperasi secara normal.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten, Komisaris Besar Polisi Maruli Ahiles Hutapea, menjelaskan bahwa peristiwa nahas ini terjadi pada hari Senin, 25 Mei 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Lokasi spesifik insiden berada di area PTA-1 PT MCCI.

Maruli menambahkan, berdasarkan keterangan dari pihak PT MCCI, yang diwakili oleh Sdr. Arif Budiawan, suara ledakan yang cukup keras terdengar tiba-tiba dari area produksi. Sistem peringatan dini (Early Warning System) pabrik pun segera menyala secara otomatis.

Menyikapi situasi tersebut, pihak manajemen pabrik langsung memerintahkan seluruh karyawan untuk melakukan evakuasi. Langkah ini diambil sebagai tindakan antisipasi demi keselamatan kerja seluruh staf.

Ledakan ini sontak menggegerkan aktivitas di kawasan industri tersebut. Asap putih tebal membumbung tinggi dari area pabrik, bahkan terlihat jelas dari kejauhan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh tim kepolisian, diduga kuat ledakan dipicu oleh kebocoran pada instalasi pipa. Pipa tersebut tidak mampu menahan tekanan suhu tinggi yang terjadi di dalam sistem produksi.

“Kebocoran diduga menyebabkan peningkatan tekanan sehingga menimbulkan suara ledakan yang cukup besar dan memicu aktifnya sistem peringatan dini perusahaan,” ujar Maruli pada hari Selasa, 26 Mei 2026.

Selanjutnya, pihak perusahaan segera mengambil langkah-langkah penanganan awal. Aktivitas pada area yang terdampak ledakan dihentikan sementara. Pengecekan teknis terhadap instalasi pipa dan reaktor juga dilakukan.

Akibat insiden ini, dua orang karyawan dilaporkan mengalami luka-luka. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan medis intensif.

“Saat ini kedua korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Krakatau Medika,” kata Maruli.

Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, aparat gabungan dari Polres Cilegon dan Polda Banten segera dikerahkan ke lokasi. Tim gabungan bertugas untuk melakukan sterilisasi area dan memulai proses penyelidikan.

Polisi memasang garis polisi di sekitar area pabrik yang terdampak ledakan. Sementara itu, tim dari Satuan Brimob melakukan pengecekan mendalam untuk memastikan tidak ada pelepasan zat berbahaya maupun unsur radioaktif akibat ledakan tersebut.

“Personel Polres Cilegon dan Polda Banten telah melakukan pemasangan garis polisi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Satuan Brimob Polda Banten juga melakukan sterilisasi guna memastikan tidak ada unsur radioaktif yang terlepas,” jelas Maruli.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri juga dikerahkan untuk mengambil sampel di lokasi. Sampel tersebut akan digunakan untuk penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti ledakan.

Sekitar pukul 18.00 WIB pada hari kejadian, kepulan asap sudah tidak terlihat lagi. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi dan tetap menjaga kewaspadaan.

Sebelumnya, kepulan asap putih tebal yang disertai bau kimia menyengat memang sempat menggegerkan kawasan industri di Kota Cilegon pada Senin siang, 25 Mei 2026. Sumber asap tersebut diduga kuat berasal dari ledakan di pabrik PT Merak Chemical Indonesia (MCCI).

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Warga sekitar dan para pekerja pabrik sempat panik melihat asap pekat membumbung tinggi dari area pabrik.

Pabrik PT MCCI sendiri memproduksi Purified Terephthalic Acid (PTA), yang merupakan bahan baku penting dalam industri tekstil dan poliester.

Dugaan polisi mengenai ledakan yang dipicu tekanan berlebih dari dalam sistem produksi pabrik ini juga sempat diungkapkan oleh Kapolsek Pulomerak, Komisaris Polisi DP Ambarita.

Baca juga: Bio Farma Perkuat Kerja Sama Amerika Latin & Karibia

“Seperti mengalami over pressure gitu, hingga akhirnya meledak, gitu kira-kira ya,” katanya, mengutip dari VIVA Banten, pada Senin, 25 Mei 2026.