KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Mayor Jenderal TNI Trenggono untuk menduduki posisi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Beliau menggantikan Sony Sanjaya dalam posisi tersebut, dengan keputusan yang efektif berlaku pada Selasa.
Mayjen Trenggono adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama di PT Agrinas Pangan Nusantara. Dalam kiprahnya, beliau dikenal aktif dalam mengawal berbagai program berskala nasional, termasuk inisiatif Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih.
Lahir pada 21 November 1969, Mayjen Trenggono menempuh pendidikan militernya di Akademi Militer, memilih spesialisasi di bidang Infanteri atau Kopassus, dan berhasil menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1993.
Baca juga: Adnan/Indah Tantang Raksasa China di Indonesia Open 2026
Sebelum penunjukannya di BGN, beliau sempat mengemban amanah sebagai Direktur Umum Akademi Militer dari tahun 2023 hingga 2024. Setelah itu, beliau berpindah tugas ke Lembaga Pengembangan dan Penelitian Angkatan Darat (Seskoad) di Jakarta. Di Seskoad, beliau menjabat sebagai Direktur Pengkajian dan Pengembangan dari tahun 2024 hingga 2025.
Karier Mayjen Trenggono juga mencakup peran sebagai Staf Khusus Panglima TNI pada tahun 2025, menunjukkan rekam jejak yang solid di lingkungan TNI.
Pergantian posisi ini merupakan bagian dari serangkaian perubahan pejabat di lingkungan BGN.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah mengangkat Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menggantikan posisi Dadan Hindayana. Selain itu, Agustina Arumsari ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN yang baru, menggantikan Lodewijk Pusung.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa keputusan pergantian pimpinan BGN ini diambil oleh Presiden setelah melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja lembaga tersebut selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir.
Menurut Prasetyo Hadi, Presiden secara berkelanjutan memantau dan mengevaluasi kinerja seluruh jajaran kabinet, termasuk BGN. Evaluasi ini juga mempertimbangkan berbagai masukan yang diterima dari kementerian terkait, masyarakat luas, serta para penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Beliau menekankan bahwa BGN memegang peranan yang sangat strategis dalam mendukung agenda pemerintah yang berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan tata kelola yang kuat, koordinasi antar sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang cakap sangat diperlukan.
Kepemimpinan yang kuat ini diharapkan mampu memastikan seluruh program yang dijalankan oleh BGN dapat terlaksana secara tepat sasaran, tepat waktu, dan senantiasa mematuhi prinsip-prinsip akuntabilitas. (Ant)





