PSG Juara Eropa Kedua Kali Lebih Sulit: Luis Enrique Pertahankan Takhta

oleh -7 Dilihat
PSG Juara Eropa Kedua Kali Lebih Sulit: Luis Enrique Pertahankan Takhta

KabarDermayu.com – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, menyatakan bahwa gelar Liga Champions UEFA musim 2025/2026 yang baru saja diraih timnya terasa jauh lebih sulit dan spesial dibandingkan dengan musim sebelumnya. Perjuangan sengit melawan Arsenal di partai final menjadi faktor utama penilaian tersebut.

Enrique mengakui bahwa Arsenal memberikan perlawanan yang luar biasa tangguh sepanjang pertandingan. Intensitas tinggi dan tekanan yang terus menerus dari The Gunners membuat kemenangan kali ini terasa sangat emosional bagi klub raksasa Prancis tersebut.

“Lebih sulit dari tahun lalu karena kami tahu sebelum pertandingan betapa sulitnya bermain melawan Arsenal,” ujar Luis Enrique kepada Canal+ usai pertandingan.

Pertandingan final yang berlangsung dramatis di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu (30/5) malam waktu setempat, harus berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu 120 menit selesai. Ketatnya laga membuat pemenang harus ditentukan melalui drama adu penalti.

Drama adu penalti tersebut akhirnya dimenangkan oleh PSG dengan skor akhir 4-3. Babak tos-tosan ini mencatatkan sejarah baru sebagai partai final ke-13 dalam sejarah Piala Champions atau Liga Champions yang harus diselesaikan melalui titik putih.

Dalam situasi penuh tekanan tersebut, mentalitas juara para pemain Les Parisiens terbukti lebih matang dan tenang. Kegagalan dua eksekutor penalti Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, menjadi pembeda krusial dalam babak penentuan.

Sementara itu, dari kubu PSG, hanya Nuno Mendes yang gagal menyarangkan bola ke gawang lawan. Hal ini memastikan trofi Si Kuping Besar kembali terbang menuju Paris.

Cetak Rekor Emas di Era Modern

Dengan kemenangan ini, Paris Saint-Germain resmi mengukir sejarah emas di era modern sepak bola Eropa. Mereka menjadi tim kedua yang mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions berturut-turut setelah Real Madrid.

Real Madrid sebelumnya pernah mendominasi dengan menjuarai kompetisi ini tiga musim beruntun pada periode 2016 hingga 2018. Selain itu, Les Parisiens juga menegaskan dominasinya secara regional.

Mereka menjadi klub Prancis pertama dalam sejarah yang sukses menjuarai Piala Eropa atau Liga Champions dalam dua musim berturut-turut. Kesuksesan luar biasa ini semakin memperkokoh reputasi emas Luis Enrique di panggung sepak bola internasional.

Dengan tambahan satu trofi bergengsi ini, Enrique kini resmi mengoleksi tiga gelar Liga Champions sepanjang karier kepelatihannya. Pencapaian ini menempatkan juru taktik asal Spanyol tersebut sejajar dengan deretan pelatih legendaris dunia seperti Bob Paisley, Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, dan Zinedine Zidane.

Sejarah tercipta! PSG berhasil menyegel gelar juara back-to-back Liga Champions usai menaklukkan Arsenal. Paris Saint-Germain (PSG) sukses mencetak sejarah baru di panggung tertinggi sepak bola Eropa dengan keluar sebagai juara Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun.

Tentu saja, pencapaian ini disambut dengan suka cita oleh para pemain, staf pelatih, dan tentu saja para penggemar PSG di seluruh dunia. Kemenangan ini menjadi bukti kerja keras, dedikasi, dan mentalitas juara yang ditunjukkan oleh tim selama musim kompetisi 2025/2026.

Baca juga: Starbucks Run 2026: Tiket Ludes, 5.000 Peserta Meriahkan GBK

Kemenangan ini juga menandai era baru dominasi PSG di kancah sepak bola Eropa. Dengan skuad bertabur bintang dan strategi permainan yang matang di bawah arahan Luis Enrique, PSG diprediksi akan terus menjadi kekuatan yang diperhitungkan di musim-musim mendatang.