KabarDermayu.com – Plaza Timur Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, dipadati oleh ribuan pencinta olahraga lari. Sejak dini hari, berbagai komunitas pelari berkumpul untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi Starbucks Run 2026 yang mengambil rute di jalan protokol ibu kota.
Acara lari jalanan ini digelar bertepatan dengan perayaan 24 tahun komitmen Starbucks Indonesia dalam menyebarkan kebahagiaan dan membangun hubungan personal melalui setiap cangkir kopi. Lebih dari sekadar kompetisi, acara ini juga merupakan apresiasi terhadap ritual harian yang menjadi semangat bagi komunitas urban.
Starbucks Run 2026 menekankan filosofi bahwa setiap hari yang indah dimulai dengan satu tegukan kopi. Konsep ini diaplikasikan baik bagi para pelari kompetitif yang mengikuti kategori 5K dan 10K, maupun keluarga yang menikmati jalan santai di pagi hari. Setiap langkah fisik dalam lomba ini dianalogikan berakar dari semangat kopi pagi.
Antusiasme Tinggi Pelari Indonesia
Sejak pukul 05.00 WIB, para peserta telah melakukan pemanasan intensif untuk meraih catatan waktu terbaik mereka. Penyelenggara mencatat kehadiran 5.000 peserta, sebuah peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya diikuti sekitar 2.000 pelari.
Tiket untuk kedua kategori utama, 5 Kilometer (5K) dan 10 Kilometer (10K), dilaporkan telah habis terjual jauh sebelum hari perlombaan. Anthony Mc Evoy, President Director PT Sari Coffee Indonesia, menyatakan kekagumannya atas perkembangan budaya lari di Indonesia.
“Sangat luar biasa, luar biasa pelari Indonesia. Jam 5, jam 6 pagi sudah banyak sekali orang di sini yang siap berlari. Jumlah pelari terus bertambah dari waktu ke waktu. Hari ini ada 5 ribu orang berkumpul, berlari, terkoneksi, dan saling berinteraksi satu sama lain setelah kita melewati dua tahun yang cukup menantang,” ujar Anthony Mc Evoy di lokasi acara, Minggu (24/5).
Rute 5K dan 10K di Jantung Ibu Kota
Kategori 10K menjadi sajian pembuka yang dilepas tepat pukul 05.30 WIB dengan batas waktu penyelesaian 120 menit. Rute kategori ini dirancang menantang, dimulai dari Plaza Timur, melewati Pintu 7, menuju Jalan Jenderal Sudirman, berputar di Lingkar Semanggi, lalu ke Underpass Pattimura. Pelari akan berputar balik di Jalan Sisingamangaraja sebelum kembali ke GBK.
Baca juga: PNM Salurkan Pakaian RE3 For-E untuk Disabilitas dan Lansia
Selang 15 menit kemudian, pada pukul 05.45 WIB, giliran peserta kategori 5K yang dilepas. Mereka menempuh jalur datar di kawasan Sudirman dengan batas waktu penyelesaian 60 menit. Jalur ini memungkinkan para pelari cepat untuk saling menunjukkan akselerasi.
Anthony menambahkan bahwa kelancaran acara ini didukung oleh kesiapan tim medis dan petugas pengamanan rute. “Semua orang terlihat sangat bahagia menikmati jalannya balapan. Kami melihat senyuman di mana-mana,” katanya.
Rencana Ekspansi dan Target Peserta Lebih Tinggi
Dengan kesuksesan mengumpulkan 5.000 peserta di Jakarta, pihak penyelenggara berencana untuk meningkatkan target pada edisi mendatang. Evaluasi kepuasan peserta akan dilakukan untuk mempersiapkan agenda olahraga selanjutnya.
Anthony mengungkapkan optimisme untuk menggelar acara dengan skala dua kali lipat. Ia juga berencana membawa ajang lari jalanan ini keluar dari Jakarta untuk menjangkau komunitas pelari di daerah lain di Indonesia.
“Selama Anda dan saya terus berlari bersama, mendatangkan 10 ribu peserta di event selanjutnya adalah hal yang mudah. Saya akan membawa rencana ini ke tim internal, untuk membawa ajang lari ini ke lebih banyak kota di Indonesia,” tutur Anthony.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat komunitas dan merayakan gaya hidup sehat yang terinspirasi dari ritual pagi yang menyegarkan.
Sukses Starbucks Run 2026 menjadi bukti nyata tingginya animo masyarakat Indonesia terhadap olahraga lari. Antusiasme ini diharapkan dapat terus tumbuh dan mendorong lebih banyak orang untuk aktif bergerak.





