PSG Juara Liga Champions Back-to-Back: Sejarah Tercipta Usai Jinakkan Arsenal

oleh -8 Dilihat
PSG Juara Liga Champions Back-to-Back: Sejarah Tercipta Usai Jinakkan Arsenal

KabarDermayu.com – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mengukir sejarah dengan menjuarai Liga Champions untuk kali kedua berturut-turut. Gelar juara bertahan itu diraih setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3. Pertandingan final yang berlangsung sengit selama 120 menit berakhir imbang 1-1 di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, pada Minggu.

Kemenangan beruntun ini semakin mempertegas dominasi PSG sebagai salah satu klub elite sepak bola Eropa. Namun, perjuangan tim asal Paris ini tidaklah mudah, terutama setelah tertinggal lebih dulu di awal babak pertama.

Sengatan Cepat Arsenal di Awal Laga

Baru memasuki menit kelima, Arsenal berhasil membuka keunggulan. Berawal dari upaya Marquinhos yang mencoba membuang bola, si kulit bundar justru memantul mengenai Leandro Trossard dan bergulir ke arah Kai Havertz. Penyerang asal Jerman itu kemudian melakukan aksi individu brilian, menusuk ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang tak mampu diantisipasi oleh kiper PSG, Matvey Safonov. Arsenal memimpin 1-0.

Tertinggal satu gol membuat PSG meningkatkan intensitas serangan dan berusaha mengambil alih kendali permainan. Pada menit ke-13, Fabian Ruiz mendapatkan peluang emas setelah menerima umpan matang dari Desire Doue. Sayangnya, sepakan terukurnya masih sedikit melebar dari tiang gawang David Raya.

Arsenal tidak tinggal diam dan nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-26. Bukayo Saka melepaskan umpan silang yang akurat mengarah ke Leandro Trossard. Namun, Safonov dengan sigap keluar dari sarangnya untuk memotong aliran bola sebelum sempat dikonversi menjadi gol.

Menjelang babak pertama usai, PSG terus menekan lini pertahanan Arsenal. Ousmane Dembele sempat melepaskan tembakan keras pada menit ke-37, namun bola berhasil diblok dengan gemilang oleh Gabriel Magalhaes. Serangkaian percobaan dari Dembele, Desire Doue, dan Fabian Ruiz di penghujung babak pertama tetap gagal menembus pertahanan ketat David Raya. Skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal bertahan hingga jeda.

Baca juga: Cedera Bikin Tertinggal, Bintang Ducati Ini Bongkar Kelemahan yang Menghambatnya Naik Podium MotoGP

Kebangkitan Les Parisiens Lewat Penalti Dembele

Memasuki babak kedua, PSG tampil jauh lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan. Bek kanan Achraf Hakimi sempat mengancam melalui tendangan bebas melengkung pada menit ke-55, namun David Raya kembali menunjukkan refleks penyelamatan yang luar biasa.

Momen krusial bagi kebangkitan PSG akhirnya datang pada menit ke-62. Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan oleh Cristhian Mosquera di dalam kotak terlarang saat hendak menyambut umpan silang dari Dembele. Setelah meninjau kembali melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.

Ousmane Dembele yang dipercaya menjadi algojo mampu menuntaskan tugasnya dengan dingin. Pemain yang pernah meraih Ballon d’Or itu mengarahkan bola ke sudut kiri bawah gawang, mengecoh David Raya yang bergerak ke arah berlawanan. Skor berubah menjadi imbang 1-1 pada menit ke-64.

Gol penyama kedudukan tersebut mendongkrak kepercayaan diri para pemain PSG. Gelandang Vitinha mencoba peruntungan melalui sepakan jarak jauh pada menit ke-73. Empat menit berselang, giliran Kvaratskhelia yang hampir membawa PSG berbalik unggul, andai saja tembakan melengkungnya tidak membentur tiang gawang.

Merespons tekanan bertubi-tubi dari PSG, manajer Arsenal melakukan sejumlah pergantian pemain, memasukkan Jurrien Timber, Viktor Gyokeres, Gabriel Martinelli, dan Noni Madueke. Namun, kedisiplinan taktik kedua tim membuat skor 1-1 tetap bertahan hingga 90 menit waktu normal usai.

Ketegangan Babak Tambahan dan Drama Tos-tosan

Babak tambahan waktu berjalan dengan tensi tinggi namun minim peluang bersih. Kedua tim bermain lebih berhati-hati untuk menghindari kesalahan fatal. David Raya beberapa kali harus berjuang keras meredam skema serangan balik cepat PSG. Di sisi lain, Arsenal sempat mengancam melalui tusukan Jurrien Timber dari sudut sempit, namun bola sepakannya masih melebar dari sasaran.

Tanpa ada gol tambahan dalam 2×15 menit, penentuan juara tertinggi Eropa terpaksa dilanjutkan ke babak adu penalti. Dalam fase krusial ini, mentalitas juara PSG benar-benar berbicara. Mereka tampil jauh lebih tenang dalam babak adu tos-tosan.

Empat eksekutor PSG, yakni Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo, sukses menuntaskan tugasnya dengan sempurna. Hanya Nuno Mendes yang gagal menjaringkan bola.

Di kubu Arsenal, Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli berhasil menaklukkan Safonov. Namun, malapetaka datang bagi Arsenal ketika eksekusi Eberechi Eze melambung di atas mistar. Puncaknya, tendangan Gabriel Magalhaes sebagai penendang terakhir gagal mengarah ke gawang.

Kegagalan Gabriel Magalhaes memastikan kemenangan adu penalti 4-3 untuk PSG, sekaligus mengunci gelar juara Liga Champions dua musim beruntun bagi raksasa Paris tersebut.

Susunan Pemain Kedua Tim:

PSG (4-3-3): Matvey Safonov; Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; Fabian Ruiz, Vitinha, Joao Neves; Desire Doue, Ousmane Dembele (Goncalo Ramos 90′), Khvicha Kvaratskhelia (Bradley Barcola 83′)

Arsenal (4-3-3): David Raya; Cristhian Mosquera (Jurrien Timber 66′), William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Martin Odegaard (Viktor Gyokeres 66′), Declan Rice, Myles Lewis-Skelly (Martin Zubimendi 91′); Bukayo Saka (Noni Madueke 83′), Kai Havertz (Eberechi Eze 91′), Leandro Trossard (Gabriel Martinelli 83′)