KabarDermayu.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa realisasi program revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan untuk tahun anggaran 2026 telah mencapai angka Rp2,6 triliun.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun untuk program revitalisasi pada tahun 2026. Anggaran ini ditujukan untuk 11.744 satuan pendidikan di seluruh penjuru Indonesia.
Hingga kini, Kementerian telah berhasil menyelesaikan perjanjian kerja sama dengan 4.838 satuan pendidikan. Dari jumlah tersebut, bantuan telah disalurkan kepada 3.408 sekolah.
“Total dana yang sudah kami salurkan untuk tahun 2026 adalah Rp2,6 triliun,” ujar Mu’ti saat konferensi pers yang membahas Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, pada hari Rabu.
Mu’ti menjelaskan bahwa program revitalisasi sekolah diprioritaskan untuk daerah-daerah yang memerlukan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Beberapa wilayah yang menjadi fokus utama meliputi Sulawesi Utara, Madura, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang semuanya telah masuk dalam skema bantuan pemerintah.
Selain revitalisasi fisik, pemerintah juga gencar mempercepat program digitalisasi pendidikan. Sepanjang tahun 2025, Kemendikdasmen telah mendistribusikan perangkat pembelajaran digital. Perangkat ini mencakup papan interaktif, laptop, serta diska lepas eksternal yang diperuntukkan bagi ratusan ribu sekolah.
Baca juga: Forza Horizon 6 Segera Hadir untuk Para Penggemar Balap
Program digitalisasi ini telah berhasil dilaksanakan di 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan dukungan infrastruktur dasar agar perangkat digital tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para siswa dan pengajar.
Sebagai solusi bagi sekolah yang belum memiliki akses internet, sebanyak 8.152 satuan pendidikan kini telah mendapatkan layanan konektivitas. Pemerintah bahkan memanfaatkan layanan satelit Starlink untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil.
“Bagaimana kalau daerah tidak ada internet? Nah, solusinya kita bantu dengan penyaluran saluran internet itu, dengan Starlink itu kita bangun untuk 8.152 sekolah,” terang Mu’ti mengenai upaya penyediaan akses internet di daerah sulit.
Pemerintah juga berupaya mengatasi kendala ketersediaan listrik di daerah tertinggal. Melalui kerja sama dengan PT PLN, Kemendikdasmen memastikan hadirnya akses listrik bagi 2.389 satuan pendidikan yang sebelumnya belum teraliri listrik.
Mu’ti menegaskan bahwa langkah revitalisasi dan digitalisasi ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah. Tujuannya adalah untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan nasional, khususnya bagi sekolah-sekolah yang berlokasi di wilayah terpencil dan tertinggal.





