Satu Wisatawan yang Terseret Ombak Pantai Payangan Ditemukan Tim SAR

oleh -7 Dilihat
Satu Wisatawan yang Terseret Ombak Pantai Payangan Ditemukan Tim SAR

KabarDermayu.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban wisatawan yang terseret ombak di Pantai Seruni Payangan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin, 1 Juni 2026.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menjelaskan bahwa penemuan ini terjadi pada hari ketiga operasi pencarian terhadap dua orang yang terseret arus di Pantai Seruni Payangan.

“Kami berhasil menemukan satu korban,” ujar Made Oka dalam keterangannya pada Senin, 1 Juni 2026.

Korban yang berhasil diidentifikasi adalah Barokatul Hidayat, berusia 27 tahun, dan merupakan warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Baca juga: UPTD SDN 1 Haurgeulis: Ratusan Siswa Khidmat Upacara Pancasila 2026

Made Oka menambahkan bahwa korban ditemukan pada pukul 05.30 WIB. Penemuan ini berawal dari informasi nelayan setempat yang melihat objek mencurigakan di sekitar perairan Payangan.

Setelah dilakukan pengecekan dan proses evakuasi, jenazah korban berhasil dievakuasi dari koordinat 08°26’25.909″S – 113°34’56.435″E. Lokasi penemuan berjarak sekitar 1,21 kilometer dari titik hilangnya korban, mengarah ke selatan dengan sudut 161 derajat.

“Selanjutnya jenazah korban kami evakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut dan dimakamkan,” jelas Made Oka.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah bekerja sama dalam upaya pencarian ini.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, merinci bahwa operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur SAR. Tim gabungan tersebut terdiri dari Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Ambulu, Koramil Ambulu, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger, SAR Rimba Laut Payangan, Destana Panti, Baret Rescue, Siluman Rescue, Senkom Jember, serta masyarakat sekitar.

Operasi SAR ini didukung oleh sejumlah peralatan, termasuk perahu karet, peralatan water rescue, peralatan medis, alat komunikasi, dan armada pendukung lainnya.

“Pencarian terhadap korban kedua, yakni Rifki, masih terus dilaksanakan oleh Tim SAR gabungan. Kami tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan,” kata Edy Budi Susilo.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu, 30 Mei 2026, ketika kakak beradik Barokatul Hidayat dan Rifki sedang berwisata di Pantai Seruni Payangan. Saat mandi dan berenang di sekitar pantai, keduanya terseret ombak pantai selatan Jember hingga dilaporkan hilang.