KabarDermayu.com – Sebuah insiden yang melibatkan pengemudi mobil mewah Toyota Alphard tengah menjadi sorotan tajam di media sosial. Pengendara tersebut kedapatan menerobos lampu merah di area penyeberangan orang dekat Halte TransJakarta, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Tindakan tidak terpuji ini memicu reaksi spontan dari petugas keamanan atau satpam yang sedang bertugas membantu pejalan kaki menyeberang. Sang satpam mencoba menegur pengemudi tersebut lantaran aksi nekatnya membahayakan warga yang sedang melintas di jalur penyeberangan.
Namun, situasi justru memanas setelah teguran tersebut dilayangkan. Bukannya mengakui kesalahan atau meminta maaf, pengemudi Alphard tersebut justru menunjukkan sikap tidak terima dan memicu ketegangan di lokasi kejadian.
Berdasarkan rekaman CCTV yang diunggah oleh akun Instagram @kabarjakpus24, terlihat jelas bahwa lampu lalu lintas untuk kendaraan sudah menunjukkan warna merah. Kondisi ini menandakan bahwa para pejalan kaki memiliki hak untuk menyeberang dan kendaraan diwajibkan berhenti sepenuhnya.
Meski kendaraan lain telah patuh dan menghentikan laju, mobil Alphard berwarna hitam tersebut justru terus melaju. Kondisi ini memaksa petugas keamanan yang sedang mengawal warga untuk memberikan teguran keras kepada pengemudi mobil tersebut.
Tidak berhenti di situ, pengemudi mobil kemudian memperlambat kendaraannya dan turun untuk menghampiri satpam. Aksi ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar kawasan Bundaran HI terhambat dan memicu kemacetan sesaat.
Dalam potongan video lainnya, terlihat satpam tersebut kemudian dibawa oleh dua orang pria yang mengenakan kemeja batik menuju pos polisi yang berada tepat di depan Bundaran HI. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Kamis, 23 Juli 2026.
Kronologi kejadian yang diunggah ke media sosial menyebutkan bahwa insiden bermula saat area penyeberangan sedang ramai dipadati warga. Saat lampu penyeberangan berwarna hijau, mobil Alphard tersebut diduga menerobos area tersebut dengan kecepatan yang tidak semestinya.
Petugas keamanan yang bertindak sigap sempat mengetuk bagian bodi mobil untuk memberikan peringatan. Namun, pengemudi yang merasa tidak terima kemudian turun dan menggiring satpam tersebut ke dalam pos polisi untuk penyelesaian lebih lanjut.
Unggahan mengenai perilaku arogan di jalan raya ini pun menuai beragam komentar pedas dari warganet. Banyak pihak yang menyayangkan sikap pengemudi mobil mewah yang dinilai tidak menghargai aturan lalu lintas maupun petugas di lapangan.
“Ini Jakarta, Alphard sudah pasti merasa menang jika lawannya hanya seorang petugas keamanan. Situasi yang sangat menyedihkan,” tulis salah satu akun netizen yang mengkritik perilaku tersebut.
Beberapa netizen lainnya memberikan dukungan penuh kepada petugas keamanan yang berani bertindak tegas. Mereka berharap agar petugas di lapangan tidak merasa takut atau terintimidasi oleh pihak-pihak yang merasa memiliki status sosial lebih tinggi.
“Untuk abang satpamnya, jangan pernah takut. Tetap lawan orang-orang yang arogan seperti ini,” komentar seorang pengguna media sosial lainnya.
Selain kecaman, ada pula warganet yang menyoroti pentingnya apresiasi bagi petugas yang bekerja tanpa pandang bulu. Menurut mereka, petugas yang berani menegur pengendara mobil mewah menunjukkan integritas tinggi dalam menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku, bukan berdasarkan merek kendaraan yang melanggar.
Hingga saat ini, insiden tersebut masih terus menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Publik berharap agar pihak berwajib dapat memberikan edukasi maupun tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan, demi terciptanya ketertiban lalu lintas di ibu kota.





