Steam Controller Mendadak Langka, Harga Jual Naik Drastis

oleh -6 Dilihat
Steam Controller Mendadak Langka, Harga Jual Naik Drastis

KabarDermayu.com – Peluncuran Steam Controller terbaru dari Valve mengalami kekacauan besar karena produk tersebut langsung habis terjual dalam waktu singkat. Antusiasme tinggi dari para gamer membuat stok perangkat ini lenyap hanya dalam waktu kurang dari satu jam sejak resmi dijual di Steam Store.

Situasi yang paling membuat banyak penggemar kesal adalah munculnya para scalper atau penjual ulang. Mereka langsung menawarkan Steam Controller di berbagai platform, seperti eBay, dengan harga yang jauh melampaui harga resminya.

Harga Melonjak Hingga Tiga Kali Lipat

Steam Controller terbaru seharusnya dijual dengan harga resmi sekitar 99 dolar AS, atau setara dengan Rp1,7 juta. Namun, tak lama setelah stok habis, sejumlah daftar jual mulai bermunculan di berbagai marketplace. Harga yang ditawarkan bahkan mencapai 250 hingga 400 dolar AS, yang setara dengan Rp4 jutaan hingga Rp7 jutaan.

Yang membuat situasi ini semakin kontroversial, sebagian besar penjual bahkan belum memegang barang fisik tersebut. Mereka hanya menjual slot preorder atau pesanan yang berhasil mereka amankan saat penjualan dibuka.

Fenomena ini sontak memicu kemarahan komunitas gamer. Mereka merasa kesempatan untuk membeli perangkat tersebut dengan harga normal menjadi sangat sulit.

Server Steam Sempat Bermasalah

Tingginya trafik saat penjualan dibuka juga menyebabkan platform Steam mengalami gangguan sementara. Banyak pengguna melaporkan adanya masalah saat melakukan checkout, transaksi yang gagal, hingga halaman toko yang sulit diakses.

Beberapa gamer mengaku sudah berhasil memasukkan controller ke dalam keranjang belanja. Namun, transaksi mereka gagal diproses karena server tidak mampu menampung lonjakan pembeli yang terjadi secara bersamaan.

Baca juga: Penyediaan Air Bersih Melalui Instalasi Pengolahan oleh IWIP dan WBN di Halmahera Tengah

Kondisi ini membuat banyak penggemar merasa bahwa Valve kurang siap menghadapi besarnya permintaan pasar terhadap perangkat ini.

Di platform Reddit dan media sosial, kemarahan terhadap para scalper dengan cepat menyebar. Banyak pengguna yang meminta sesama gamer untuk tidak membeli produk dari penjual ulang. Tujuannya adalah agar praktik tersebut tidak terus berlanjut.

Salah satu pengguna Reddit bahkan menyatakan bahwa scalping telah menjadi masalah besar dalam industri gaming dan teknologi. Praktik ini dianggap mengeksploitasi rasa takut kehabisan barang atau FOMO (Fear of Missing Out) dari konsumen.

Sebagian komunitas juga membandingkan strategi Valve dengan Nintendo. Nintendo sebelumnya menerapkan sistem verifikasi akun yang lebih ketat untuk mengurangi aktivitas bot dan scalper saat peluncuran perangkat keras tertentu.

Valve Janjikan Restock

Setelah gelombang protes muncul, Valve akhirnya mengakui bahwa Steam Controller terjual lebih cepat dari perkiraan mereka. Perusahaan juga menyatakan sedang menyiapkan restock dan akan memberikan informasi lebih lanjut dalam waktu dekat.

Meski begitu, belum ada kepastian kapan stok baru akan tersedia kembali secara global. Banyak gamer kini memilih untuk menunggu restock resmi daripada membeli dari scalper dengan harga yang dianggap tidak masuk akal.

Penjualan Steam Controller terbaru, meskipun dipenuhi kontroversi, menunjukkan besarnya antusiasme pasar terhadap ekosistem perangkat keras yang dikembangkan oleh Valve. Setelah kesuksesan Steam Deck, minat para gamer terhadap perangkat buatan Valve memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.