KabarDermayu.com – Tekanan dan ekspektasi tinggi selalu menyertai setiap langkah tim bulu tangkis Indonesia, terutama dalam ajang beregu seperti Piala Thomas.
Dalam gelaran Piala Thomas 2026 yang akan dihelat di Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei mendatang, pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (Sabar/Reza) melihat kesempatan ini sebagai momen pembuktian diri.
Ini merupakan kali pertama bagi Sabar/Reza masuk dalam skuad Merah Putih untuk turnamen bergengsi tersebut.
Sabar mengungkapkan antusiasmenya atas kepercayaan yang diberikan. Ia menilai kesempatan ini sangat berharga dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Pastinya senang banget dikasih kesempatan bisa gabung di Piala Thomas, mudah-mudahan kami bisa memberikan kontribusi yang baik, yang maksimal, bisa menyumbang poin untuk Indonesia. Dan mudah-mudahan tim Indonesia bisa merebut Piala Thomas 2026,” ujar Sabar dalam keterangan resmi yang dikutip PBSI pada Jumat, 17 April 2026.
Reza menambahkan bahwa pengalamannya berlaga di SEA Games menjadi bekal penting dalam menghadapi atmosfer turnamen beregu yang memiliki tingkat tekanan lebih tinggi.
“Pengalaman di SEA Games kemarin menjadi modal yang baik bagi kami. Kami juga sudah berlatih di pelatnas sejak sebelum Kejuaraan Asia jadi secara kualitas latihan pasti lebih baik,” sambung Reza.
Perjalanan Indonesia di Piala Thomas kali ini juga akan diwarnai kehadiran legenda ganda putra, Hendra Setiawan, yang kini beralih peran menjadi pelatih.
Hendra ditugaskan untuk menularkan mental juara kepada para pemain muda, berdasarkan pengalaman panjangnya di level tertinggi bulu tangkis dunia.
Ia menekankan pentingnya daya juang yang tinggi dalam format beregu, di mana hasil dari satu pertandingan dapat memengaruhi semangat seluruh tim.
“Pasti daya juangnya harus lebih lagi karena main tim hasil kita akan berpengaruh juga untuk lainnya,” pesan Hendra.
Bagi Sabar/Reza, kehadiran Hendra sebagai pelatih menjadi sumber motivasi tambahan. Reza mengakui bahwa tekanan di Piala Thomas berbeda jauh dibandingkan turnamen individu.
“Tapi tetap ini adalah Piala Thomas pertama bagi kami jadi rasa tegangnya ada dan Koh Hendra juga selalu mengingatkan di sini pasti lebih susah. Jadi kami harus lebih siap dan tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan,” tutur Reza.
Target Tinggi PBSI: Final Jadi Harga Mati
PBSI menargetkan pencapaian yang ambisius untuk tim putra di Piala Thomas 2026. Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, secara tegas menyatakan bahwa Indonesia membidik posisi final.
Target ini didasarkan pada analisis kekuatan tim dan peringkat dunia yang dikeluarkan oleh BWF. Indonesia dinilai sebagai salah satu kekuatan utama, meskipun China tetap difavoritkan sebagai unggulan teratas.
“Target kita tentu kalau melihat hitungan dan peringkat yang dikeluarkan oleh BWF, kita di bawah China, mudah-mudahan di lapangan Anda tahu semua situasi di lapangan ini kan banyak faktor. Kita berharap bisa final untuk Thomas dan mudah-mudahan anak-anak bisa membawa kebanggaan buat kita semua,” ujar Fadil.
Indonesia tergabung di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Secara di atas kertas, tim Merah Putih diprediksi memiliki peluang besar untuk lolos ke fase gugur.
Thailand diperkirakan akan menjadi lawan terberat dalam perebutan posisi juara grup.
Sementara itu, tim Uber Indonesia yang berada di Grup C bersama Chinese Taipei, Kanada, dan Australia, memiliki target yang lebih realistis, yaitu lolos dari fase grup terlebih dahulu.
Baca juga di sini: Live Streaming Popsivo vs Pertamina Enduro: Nasib Megawati Cs Ditentukan Malam Ini
Fadil menekankan bahwa Piala Thomas dan Uber memiliki makna lebih dari sekadar ajang olahraga bagi Indonesia. Turnamen ini merupakan simbol kebanggaan nasional yang selalu dinanti oleh publik.





