KabarDermayu.com – Gelombang penutupan bisnis ritel kembali melanda industri fashion global. Kali ini, perusahaan ritel pakaian asal Skotlandia, Quiz, secara resmi mengumumkan penghentian seluruh operasional toko fisiknya setelah berjuang selama 33 tahun.
Perusahaan yang bergerak di sektor fast fashion ini telah lama menghadapi tekanan finansial yang kian berat. Melemahnya penjualan, peningkatan biaya operasional, serta persaingan ketat dari platform belanja daring murah menjadi faktor utama kesulitan bisnis mereka untuk bertahan.
Quiz diketahui telah melalui beberapa proses kebangkrutan dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan terbaru ini menandai akhir dari seluruh operasional toko mandiri yang masih tersisa.
Didirikan pada tahun 1993, Quiz dikenal sebagai merek fashion wanita dengan harga terjangkau dan koleksi yang selalu mengikuti tren terkini. Namun, perubahan perilaku konsumen yang cenderung beralih ke belanja daring menjadi pukulan telak bagi bisnis ritel konvensional.
Masyarakat kini lebih memilih kepraktisan, harga miring, dan kecepatan pengiriman yang ditawarkan oleh platform belanja daring dibandingkan harus datang langsung ke toko fisik. Perusahaan mengonfirmasi bahwa seluruh 37 toko mandiri miliknya akan ditutup paling lambat pada akhir Juni 2026.
Keputusan penutupan ini diambil setelah Quiz resmi memasuki proses administrasi kebangkrutan pada 5 Februari lalu. Ini merupakan proses administrasi kedua bagi Quiz dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, dan kebangkrutan ketiga dalam enam tahun terakhir.
Dalam sistem hukum di Inggris, administrasi adalah proses kebangkrutan yang diawasi oleh pengadilan. Tujuannya adalah untuk melindungi perusahaan dari tuntutan kreditur sembari mencari solusi restrukturisasi atau penjualan bisnis. Sistem ini memiliki kemiripan dengan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat.
Baca juga: Serangan Bom Bunuh Diri di Kereta Tentara Pakistan Tewaskan 24 Orang
Dalam pernyataan resminya, Quiz mengumumkan bahwa diskon besar-besaran telah diberlakukan di seluruh toko menjelang penutupan permanen. “Penjualan cuci gudang dimulai segera di semua lokasi, dengan diskon minimal 60 persen untuk seluruh produk di toko,” tulis perusahaan, seperti dikutip dari The Streets pada Senin, 25 Mei 2026.
Selain toko fisik, Quiz juga menghentikan operasional toko daring mereka setelah administrator resmi ditunjuk untuk menangani proses kebangkrutan perusahaan. Hal ini berarti pelanggan tidak lagi dapat melakukan pembelian melalui situs resmi perusahaan.
Meskipun tanggal pasti penutupan masing-masing toko belum diumumkan, Quiz sebelumnya tercatat mempekerjakan lebih dari 565 karyawan. Hingga kini, perusahaan belum memberikan rincian mengenai jumlah pasti pekerja yang terdampak akibat penutupan total ini.
Perusahaan juga memberikan informasi penting terkait proses administrasi yang sedang berlangsung bagi para pelanggan. Untuk pembelian daring yang dilakukan sebelum tanggal 5 Februari, pelanggan kemungkinan hanya dapat mengajukan klaim sebagai kreditur tanpa jaminan dalam proses administrasi Orion Retail Limited.
Lebih lanjut, pelanggan yang mengembalikan barang yang dibeli sebelum 5 Februari tidak akan menerima pengembalian dana. Sebagai gantinya, toko kemungkinan hanya akan menawarkan produk pengganti dengan nilai yang sama atau lebih tinggi.
Quiz juga menyatakan bahwa pelanggan yang sebelumnya telah mengembalikan barang belanja daring namun belum menerima pengembalian dana, kemungkinan besar tidak akan mendapatkan uang mereka kembali. Pelanggan disarankan untuk menghubungi penyedia kartu debit atau kartu kredit masing-masing guna mendapatkan bantuan terkait transaksi tersebut. Sementara itu, gift card dan nota kredit milik Quiz dipastikan sudah tidak dapat digunakan lagi.
Penutupan Quiz menambah panjang daftar perusahaan ritel yang menghadapi kejatuhan akibat pergeseran besar dalam industri perdagangan global. Banyak merek lama kini berjuang keras untuk bersaing dengan platform e-commerce yang menawarkan harga lebih kompetitif dan kecepatan pengiriman yang jauh lebih baik.





