Tren Seserahan Fungsional Gen Z: Kampanye ‘Beres Bosch!’ dari Bosch Indonesia

oleh -7 Dilihat
Tren Seserahan Fungsional Gen Z: Kampanye 'Beres Bosch!' dari Bosch Indonesia

KabarDermayu.com – Tren pernikahan di kalangan Generasi Z (Gen Z) kini menunjukkan pergeseran signifikan. Alih-alih berfokus pada pesta mewah yang menguras anggaran, banyak pasangan muda memilih untuk memprioritaskan kesiapan finansial dan kebutuhan rumah tangga jangka panjang.

Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya biaya hidup di Indonesia. Data dari Bridestory menunjukkan bahwa mayoritas calon pengantin mengalokasikan dana antara Rp 250 juta hingga Rp 500 juta untuk perayaan pernikahan mereka. Di sisi lain, tren pernikahan sederhana, bahkan yang hanya digelar di Kantor Urusan Agama (KUA), semakin populer karena dianggap lebih terjangkau.

Fenomena ini mencerminkan perubahan prioritas generasi muda. Sebuah survei yang dilakukan oleh JAKPAT pada tahun 2025 mengindikasikan bahwa Gen Z dan milenial cenderung memilih konsep pernikahan yang lebih simpel dan intim, berbeda dengan pesta besar yang pernah menjadi standar.

Dana besar yang sebelumnya dihabiskan untuk satu hari perayaan kini mulai dialihkan untuk investasi jangka panjang. Kebutuhan seperti rumah, modal usaha, tabungan, hingga kelengkapan rumah tangga setelah menikah menjadi fokus utama.

Pergeseran ini terlihat jelas dalam berbagai diskusi di media sosial, salah satunya yang dilakukan oleh konten kreator dan pendiri Ruang A23, Arrofi Ramadhan. Pernikahannya mengusung konsep yang mencerminkan identitasnya sebagai kreator dan desainer interior.

Namun, yang menarik perhatian publik adalah pilihan seserahannya yang tidak konvensional. Arrofi menyatakan, “Karena momennya menikah, saya tidak ingin memberikan sesuatu yang biasa saja. Seserahannya, saya ingin tetap punya nilai personal, bermanfaat untuk rumah tangga kami nanti, dan semoga bisa ikut membanggakan mertua juga.”

Baca juga: Oditur Militer: Tiga Prajurit TNI Tak Terbukti Berencana Bunuh Kacab Bank

Oleh karena itu, banyak pasangan muda kini memilih barang-barang yang benar-benar fungsional untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Arrofi, misalnya, memilih mesin cuci sebagai bagian dari seserahannya, karena dinilai sangat fungsional untuk membantu rutinitas rumah tangga sehari-hari.

Cara Arrofi memilih seserahan ini dapat menjadi inspirasi baru bagi pasangan muda dalam mempersiapkan kehidupan setelah menikah. Pilihan tersebut menunjukkan kematangan dan realisme dalam memprioritaskan kebutuhan rumah tangga.

Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Anggraeni Sofyan, menilai bahwa kenyamanan dalam rumah tangga seringkali ditentukan oleh hal-hal kecil yang berjalan lancar setiap hari.

Menurut Fenny, perubahan cara pandang pasangan muda seperti Arrofi sangat sejalan dengan kampanye “Beres Bosch!”. Kampanye ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana teknologi dapat membuat kehidupan rumah tangga menjadi lebih praktis dan nyaman.

“Harapannya, produk-produk kami bisa membantu pasangan muda di Indonesia menjadi ‘mantu idaman’ yang kini semakin lekat dengan kesiapan menjalani kehidupan setelah menikah,” ungkap Fenny.

Tren smart living atau gaya hidup cerdas juga semakin meningkat di tengah gaya hidup serba digital. Adopsi teknologi smart home di Indonesia diproyeksikan terus meningkat hingga tahun 2026, seiring dengan minat Gen Z dan keluarga muda terhadap konsep smart living.