Senator AS Sebut Trump dan Netanyahu Sengaja Perpanjang Konflik Timur Tengah

oleh -6 Dilihat
Senator AS Sebut Trump dan Netanyahu Sengaja Perpanjang Konflik Timur Tengah

KabarDermayu.com – Senator Amerika Serikat, Bernie Sanders, melontarkan tudingan keras kepada Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sanders menduga kedua pemimpin tersebut sengaja memperpanjang konflik yang terus meluas di kawasan Timur Tengah.

Tuduhan ini disampaikan Sanders melalui akun X miliknya pada Selasa waktu setempat. Dalam unggahannya, ia turut membagikan data-data terkait korban jiwa dan luka-luka akibat konflik di beberapa negara.

Berdasarkan data yang dibagikan, tercatat sekitar 3.375 orang dilaporkan tewas di Iran, dengan lebih dari 26.500 lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, di Lebanon, jumlah korban tewas mencapai 2.702 orang dan 8.311 lainnya terluka.

Baca juga: Program Tiga Juta Rumah Bukti Kepedulian Mendagri pada Rakyat Kecil

Data tersebut juga mengungkap adanya kekerasan tambahan di sejumlah negara Teluk yang menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai lebih dari 289 orang.

Di Israel, Sanders mencatat angka korban meninggal dunia sebanyak 26 orang dan 7.791 orang luka-luka. Pihak Amerika Serikat sendiri melaporkan 13 tentara tewas dan 381 personel mengalami luka-luka.

Sanders secara tegas mengecam tindakan Trump dan Netanyahu dalam unggahannya. Ia juga menyerukan agar perang di kawasan Timur Tengah segera dihentikan.

“Sudah cukup dengan perang tanpa akhir yang dipicu oleh Trump dan Netanyahu,” tulis Sanders seperti dikutip dari laman Anadolu Agency, Rabu, 6 Mei 2026.

Ketegangan di kawasan tersebut dilaporkan meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Serangan balasan dari Teheran kemudian berdampak pada terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Sebuah gencatan senjata sempat mulai berlaku pada 8 April, yang dimediasi oleh Pakistan. Namun, perundingan yang digelar di Islamabad belum berhasil mencapai kesepakatan jangka panjang.

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden Trump tanpa adanya batas waktu yang jelas. Sejak 13 April, Amerika Serikat juga telah memberlakukan blokade laut yang menargetkan lalu lintas kapal Iran di jalur perairan strategis tersebut.