18 Tewas Akibat Tabrakan Maut Bus ALS dan Truk Tangki di Sumsel

oleh -6 Dilihat
18 Tewas Akibat Tabrakan Maut Bus ALS dan Truk Tangki di Sumsel

KabarDermayu.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri berhasil mengidentifikasi 17 jenazah korban kecelakaan tragis antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Identifikasi ini dilakukan dari 16 kantong jenazah yang diterima di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, menjelaskan pada Jumat (tanggal tidak disebutkan, hanya hari) di Palembang bahwa penambahan jumlah korban terdeteksi setelah tim melakukan pemeriksaan ulang secara mendalam terhadap seluruh kantong jenazah.

“Dalam penelusuran dan pendalaman hari ini, kami menemukan 17 body part atau bagian tubuh jenazah dari 16 kantong jenazah yang kami terima,” ujar Kombes Pol Budi Susanto.

Baca juga: Arus Mudik dan Balik Lebaran Dua Tahun Terakhir Lancar Berkat Kunci Ini

Ia merinci bahwa satu kantong jenazah ternyata berisi dua bagian tubuh yang saling menempel di area ketiak. Bagian tubuh tambahan inilah yang menyebabkan jumlah korban bertambah setelah proses rekonsiliasi. Diduga kuat, bagian tubuh tambahan tersebut adalah milik seorang anak berusia di bawah lima tahun.

“Kami belum dapat memastikan jenis kelaminnya karena kondisinya sangat kecil dan hancur. Namun, berdasarkan pemeriksaan beberapa bagian tubuh, kami menduga itu adalah anak-anak usia di bawah lima tahun,” jelas Kombes Pol Budi Susanto.

Saat ini, tim DVI masih memfokuskan upaya identifikasi korban. Proses ini dilakukan dengan mencocokkan data antemortem (data korban sebelum meninggal) dan postmortem (data korban setelah meninggal) yang diperoleh dari keluarga korban.

Informasi dari keluarga korban diterima melalui layanan hotline yang disediakan, maupun secara langsung di pos antemortem RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Pihak kepolisian menekankan bahwa properti yang ditemukan pada korban, seperti aksesoris atau kondisi gigi, belum dapat dijadikan dasar penetapan identitas secara pasti.

Oleh karena itu, tim DVI tidak menjadikan data manifest penumpang sebagai patokan utama. Fokus utama tetap pada identifikasi forensik yang ilmiah dan akurat. Kombes Pol Budi Susanto menambahkan, pihaknya tidak secara spesifik memegang data manifest penumpang.

“Mengenai data manifest, kami memang tidak secara khusus memegang data tersebut siapa saja penumpangnya. Karena seperti yang kita ketahui bersama, bus tidak seperti pesawat yang setiap penumpang harus memiliki tiket. Kami hanya terfokus pada proses identifikasi saja,” tegasnya.

Dengan penemuan terbaru ini, total korban meninggal dunia akibat kecelakaan Bus ALS versus truk tangki kini mencapai 18 orang. Angka ini terdiri dari 17 korban yang meninggal di lokasi kejadian, dan satu korban lain yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit.