Xi Jinping Ingatkan Trump: Kesalahan Penanganan Taiwan Picu Konflik AS-China

oleh -7 Dilihat
Xi Jinping Ingatkan Trump: Kesalahan Penanganan Taiwan Picu Konflik AS-China

KabarDermayu.com – Presiden China, Xi Jinping, memberikan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan. Dalam pertemuan pertama mereka, Xi menekankan pentingnya penanganan isu Taiwan yang hati-hati oleh AS, seraya menggarisbawahi potensi konflik jika terjadi kesalahan langkah.

Pernyataan tersebut disampaikan Xi Jinping saat jamuan di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada Kamis, 14 Mei 2026. Ia secara gamblang menyebut Taiwan sebagai isu paling krusial dalam hubungan bilateral antara China dan Amerika Serikat.

Menurut Xi, penanganan isu Taiwan yang tepat akan menjaga stabilitas hubungan kedua negara. Namun, sebaliknya, jika terjadi kekeliruan, kedua negara berpotensi berbenturan, bahkan sampai pada titik konflik. Situasi ini dapat mendorong hubungan China-AS ke arah yang sangat berbahaya.

“Jika ditangani dengan benar, hubungan bilateral akan menikmati stabilitas secara keseluruhan. Jika tidak, kedua negara akan mengalami benturan bahkan konflik yang membahayakan seluruh hubungan,” ujar Xi Jinping kepada Donald Trump, seperti dilaporkan dalam pernyataan resmi Tiongkok.

Lebih lanjut, Xi menegaskan bahwa deklarasi “kemerdekaan Taiwan” sangat bertentangan dengan upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Oleh karena itu, ia mendesak Amerika Serikat untuk memperlakukan isu ini dengan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi.

Baca juga: Tantangan Utama Persib Bandung di Kandang PSM Makassar

Pernyataan resmi Tiongkok juga menggarisbawahi bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan merupakan titik temu kepentingan terbesar antara Beijing dan Washington. Namun, dalam laporan tersebut, tidak disebutkan secara spesifik apakah Donald Trump mengangkat isu Taiwan dalam pembicaraannya dengan Xi Jinping, atau bagaimana tanggapan awal Trump terhadap peringatan tersebut.

Penting untuk diingat bahwa Beijing memandang Taiwan sebagai bagian integral dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk menegaskan klaim tersebut. Sejak 1949, Taiwan telah mengelola pemerintahannya sendiri secara independen, namun Tiongkok tetap menganggapnya sebagai provinsi yang memisahkan diri.

Meskipun Amerika Serikat secara diplomatik tidak mengakui Taiwan, negara tersebut merupakan pendukung internasional utama bagi pulau itu. AS terikat oleh undang-undang, yaitu Undang-Undang Hubungan Taiwan, untuk menyediakan sarana pertahanan bagi Taipei.

Peran AS sebagai pemasok utama senjata bagi Taiwan terlihat dari persetujuan penjualan senjata senilai 11 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya. Transaksi ini diketahui telah memicu protes keras dari pihak Beijing.

Menanggapi pernyataan Xi Jinping, Kementerian Luar Negeri Taiwan telah mengeluarkan penolakan. Mereka menyatakan bahwa Tiongkok adalah “satu-satunya risiko” yang mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan regional. (CNA)