KabarDermayu.com – Sebuah survei global terbaru mengungkapkan bahwa Israel kini menduduki peringkat teratas sebagai negara yang paling tidak disukai di dunia. Temuan ini merupakan bagian dari riset persepsi negara dan demokrasi tahun 2026 yang dirilis oleh Nira Data.
Dalam peringkat Global Country Perception 2026, Israel menempatkan diri di posisi paling bawah. Survei ini melibatkan partisipasi dari 46.667 responden dari berbagai negara, yang diminta untuk memberikan penilaian terhadap pandangan dunia terhadap 129 negara serta tiga organisasi internasional.
Berbeda dengan metode penilaian demokrasi yang mengandalkan pakar, survei ini secara langsung menggali opini publik. Responden ditanyai mengenai persepsi mereka terhadap demokrasi di berbagai negara, mencakup aspek seperti pemilu, kebebasan berbicara, pluralisme politik, pendidikan kewarganegaraan, pemisahan kekuasaan, supremasi hukum, transparansi pemerintahan, hingga proses transisi kekuasaan yang damai.
Hasil survei menunjukkan bahwa citra Israel di mata dunia terus mengalami penurunan. Penurunan ini terjadi seiring dengan semakin banyaknya sorotan dari organisasi hak asasi manusia, pakar PBB, dan pengadilan internasional terkait dugaan pelanggaran berat terhadap hukum internasional yang dilakukan oleh negara tersebut.
Baca juga: Edukasi Sepak Bola I League Capai 10 Kampus
Perubahan opini publik global ini semakin terlihat jelas, terutama setelah serangan Israel di Gaza. Sejak Oktober 2023, dilaporkan bahwa lebih dari 74 ribu warga Palestina telah tewas akibat serangan tersebut. Sebagian besar infrastruktur sipil di Gaza juga dilaporkan hancur lebur, memaksa hampir seluruh penduduknya untuk mengungsi.
Kondisi ini bahkan dinilai oleh sejumlah pakar PBB dan akademisi sebagai indikasi adanya genosida. Hal ini sebagaimana dilaporkan oleh laman Middle East Monitor pada Jumat, 15 Mei 2026.
Tidak hanya Israel, citra Amerika Serikat, yang merupakan sekutu dekatnya, juga mengalami penurunan signifikan. AS kini masuk dalam daftar lima negara dengan persepsi paling negatif di dunia. Bahkan, tingkat penerimaan internasional terhadap AS kini berada di bawah Rusia dan China.
Skor persepsi bersih AS dilaporkan turun drastis dari positif 22 persen pada tahun 2024 menjadi minus 16 persen pada tahun 2026. Anjloknya skor ini mencapai 38 poin hanya dalam kurun waktu dua tahun.
Penurunan citra Amerika Serikat ini disebut-sebut terjadi di tengah meningkatnya kemarahan global terhadap kebijakan luar negeri yang diambil oleh Presiden Donald Trump. Beberapa kebijakan yang memicu kemarahan tersebut antara lain hubungan yang memanas dengan sekutu NATO, kebijakan tarif yang agresif, ancaman terkait Greenland, pengurangan bantuan untuk Ukraina, hingga keterlibatan Washington dalam konflik AS-Israel melawan Iran.
Lebih lanjut, survei tersebut juga menemukan bahwa Amerika Serikat kini dipandang sebagai salah satu ancaman besar bagi dunia. Dalam pandangan responden, AS berada di bawah Rusia dan Israel dalam kategori ancaman global.
Bagi Amerika Serikat, hasil survei ini memberikan gambaran mengenai mahalnya dampak dari dukungan militer, diplomatik, dan politik yang terus diberikan kepada Israel. Selama beberapa pemerintahan terakhir, AS secara konsisten melindungi Israel dari tekanan internasional di PBB dan terus memasok senjata, meskipun tuduhan kejahatan perang semakin menguat.
Survei ini menunjukkan bahwa masyarakat global kini semakin mengaitkan kekuatan Amerika Serikat dengan impunitas, penerapan standar ganda, dan keterlibatan dalam perang yang dianggap memicu ketidakstabilan di berbagai kawasan.





