Menhan Pakistan Sebut Netanyahu “Monster” dan Aib Kemanusiaan

oleh -8 Dilihat
Menhan Pakistan Sebut Netanyahu "Monster" dan Aib Kemanusiaan

KabarDermayu.com – Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, melontarkan kecaman keras terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menyebut Netanyahu sebagai “monster” dan “aib bagi kemanusiaan”.

Komentar pedas ini muncul sebagai respons terhadap tuduhan Netanyahu yang menyebut Pakistan menjalankan kampanye anti-Israel terkoordinasi. Netanyahu juga mengklaim Pakistan melindungi pesawat militer Iran dari serangan AS-Israel.

Dalam wawancara dengan CBS News, Netanyahu menuduh Pakistan berusaha merusak hubungan antara Amerika Serikat dan Israel. Ia juga menuduh Islamabad memberikan perlindungan kepada armada udara Iran.

Menanggapi tuduhan tersebut, Asif mengecam Netanyahu atas apa yang disebutnya sebagai kejahatan mengerikan. Ia secara spesifik menyoroti dugaan perlindungan dan promosi pemerkosaan terhadap tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

“Lihat siapa yang bicara! Monster yang membela dan mempromosikan pemerkosaan tahanan Palestina — perempuan, laki-laki, dan anak-anak — oleh tentara Israel, penjaga penjara, dan anjing,” tegas Asif melalui unggahan di akun X-nya pada hari Rabu.

Ia menambahkan, “Kepala umat manusia tertunduk malu.”

Komentar Asif ini merujuk pada laporan yang telah beredar mengenai dugaan pelanggaran hak asasi manusia di penjara-penjara Israel. Pada bulan Maret lalu, Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967, merilis laporan yang mengkhawatirkan.

Laporan tersebut menyatakan bahwa penyiksaan di tahanan telah digunakan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai bentuk pembalasan kolektif. Hal ini menimbulkan luka fisik dan psikologis yang mendalam bagi puluhan ribu warga Palestina.

Pemukulan brutal, kekerasan seksual, pemerkosaan, perlakuan buruk yang mematikan, kelaparan, dan perampasan hak-hak dasar manusia dilaporkan terjadi secara sistematis. Kondisi ini meninggalkan dampak yang abadi pada para tahanan dan keluarga mereka.

Menurut data terbaru, lebih dari 9.300 warga Palestina saat ini mendekam di penjara Israel. Angka ini mencakup sekitar 350 anak-anak yang juga dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual di penjara-penjara Israel selama beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, sentimen publik di Amerika Serikat terhadap Israel dilaporkan mengalami penurunan. Jajak pendapat Pew Research Center menunjukkan bahwa enam dari sepuluh warga Amerika memiliki pandangan yang tidak baik terhadap rezim pendudukan.

Angka ini meningkat tujuh poin persentase sejak tahun 2025 dan hampir 20 poin persentase sejak tahun 2022. Netanyahu menyalahkan media sosial atas citra negatif yang semakin melekat pada Israel.

Ia berpendapat bahwa erosi dukungan tersebut disebabkan oleh “kampanye disinformasi” yang terkoordinasi di platform media sosial. “Kita telah melihat penurunan dukungan untuk Israel di Amerika Serikat hampir 100% dengan peningkatan geometris media sosial,” ujar Netanyahu kepada CBS News.

Netanyahu juga membantah bahwa perang yang dilancarkan terhadap warga Palestina di Gaza berkontribusi pada kesan negatif terhadap Israel. Ia mengklaim bahwa serangan militer di Gaza bukanlah perang genosida.

Perdana Menteri Israel ini juga dikabarkan telah melancarkan serangan militer besar-besaran di Lebanon selatan sejak awal Maret. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel di negara Arab tersebut telah menewaskan sedikitnya 2.869 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.

Dalam konteks lain, laporan menyebutkan bahwa Netanyahu memprovokasi Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan perang agresi tanpa provokasi terhadap Iran pada 28 Februari. Tindakan ini diklaim segera berubah menjadi konflik regional yang mengguncang dunia.

Perang yang digambarkan sebagai “sia-sia” tersebut dilaporkan menewaskan ratusan warga sipil di Iran. Konflik ini berakhir setelah empat puluh hari, ketika gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan mulai berlaku.

Sementara itu, di ranah domestik, Netanyahu menghadapi persidangan korupsi. Ia juga telah dicari sejak tahun 2024 oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Baca juga: I League Ungkap Hasil Lisensi Klub, Ada Sanksi Menanti

Perang yang disebut sebagai genosida di Jalur Gaza yang terkepung dilaporkan telah menewaskan lebih dari 70.000 warga Palestina dan menyebabkan kehancuran total di wilayah pesisir tersebut.