Trump Klaim Xi Jinping Berjanji Tak Akan Kirim Senjata ke Iran

oleh -4 Dilihat
Trump Klaim Xi Jinping Berjanji Tak Akan Kirim Senjata ke Iran

KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan hasil pembicaraannya dengan Presiden China, Xi Jinping, terkait situasi di Timur Tengah, khususnya mengenai Iran dan krisis di Selat Hormuz.

Dalam kunjungan kenegaraan ke Beijing, Trump mengklaim bahwa Xi Jinping telah memberikan jaminan tegas. China tidak akan mengirimkan peralatan militer kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Trump menekankan bahwa pernyataan ini disampaikan langsung oleh Xi Jinping tanpa keraguan sedikit pun.

“Xi mengatakan itu dengan tegas,” ujar Trump mengutip perkataan Xi Jinping.

Meskipun demikian, Trump mengakui bahwa Xi Jinping tetap menyoroti pentingnya hubungan ekonomi antara China dan Iran, terutama dalam sektor energi. China masih memiliki minat untuk melanjutkan impor minyak dari Iran, di tengah meningkatnya ketegangan global.

Xi Jinping juga menyampaikan kepada Trump bahwa Beijing ingin tetap mempertahankan kerja sama energi tersebut, mengingat China merupakan salah satu pembeli minyak terbesar dari Iran.

Selain isu persenjataan dan energi, pembicaraan kedua pemimpin juga menyentuh isu Selat Hormuz. Jalur strategis ini belakangan menjadi sorotan internasional akibat ancaman terhadap jalur distribusi minyak global.

Xi Jinping berharap Selat Hormuz dapat kembali dibuka sepenuhnya. Trump bahkan menceritakan percakapan ringan dengan pemimpin China itu mengenai situasi tersebut.

“Dia bercanda, dia berkata, ‘Anda tahu, mereka menutupnya, lalu Anda menghentikan mereka,’” kata Trump.

Trump menambahkan bahwa Xi Jinping juga menyatakan ketidakpuasannya terhadap laporan mengenai Iran yang memberlakukan biaya tertentu bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Sebelumnya, Trump melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada tanggal 13 hingga 15 Mei 2026. Lawatan ini merupakan kunjungan kedua Trump ke Beijing sebagai Presiden Amerika Serikat, sekaligus kunjungan pertama presiden AS ke China sejak kunjungannya pada tahun 2017.

Baca juga: Pemain Muda Manchester United Raih Penghargaan Premier League U-18

Pemerintah China sebelumnya menyatakan bahwa pertemuan Trump dan Xi Jinping akan difokuskan pada isu hubungan bilateral, stabilitas global, serta perdamaian dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers pada Senin, 11 Mei 2026, menyampaikan bahwa Presiden China Xi Jinping akan melakukan pertukaran pandangan yang mendalam dengan Presiden AS Donald Trump.

Isu-isu penting yang akan dibahas mencakup hubungan China dan AS, serta perdamaian dan pembangunan dunia.

Guo menambahkan bahwa Beijing ingin memperluas kerja sama dengan Washington sekaligus menyelesaikan berbagai perbedaan yang selama ini membayangi hubungan kedua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Kunjungan Trump ke Beijing juga menarik perhatian karena Gedung Putih turut membawa sejumlah tokoh bisnis papan atas Amerika Serikat, termasuk Elon Musk dan CEO Apple, Tim Cook. Laporan The Straits Times menyebutkan bahwa agenda perdagangan menjadi salah satu fokus utama dalam lawatan tersebut.

Di sisi lain, isu Taiwan kembali mencuat dalam lawatan Trump. Ketika ditanya mengenai kemungkinan Amerika Serikat terus menjual senjata ke Taiwan, Trump belum memberikan jawaban yang tegas.

“Saya akan membahas hal itu dengan Presiden Xi,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

“Presiden Xi ingin kita tidak melakukannya, dan saya akan membahas hal itu. Itu salah satu dari banyak hal yang akan saya bicarakan,” lanjutnya.

Pertemuan di Beijing kali ini merupakan pertemuan lanjutan setelah Trump dan Xi Jinping sebelumnya bertemu di sela-sela KTT APEC di Busan pada 30 Oktober 2025.