Politisi Jepang Takaichi ‘Ingin Tahu’ Rapat Trump dan Xi Jinping

oleh -6 Dilihat
Politisi Jepang Takaichi 'Ingin Tahu' Rapat Trump dan Xi Jinping

KabarDermayu.com – Pemerintah Jepang meningkatkan kewaspadaan menyusul pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang dijadwalkan pada Kamis, 14 Mei 2026. Tokyo menilai hasil pembicaraan kedua pemimpin tersebut berpotensi memberikan dampak langsung pada stabilitas kawasan, terutama terkait isu Taiwan dan pasokan komoditas strategis.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bahkan dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menghubungi Trump secara langsung di sela pertemuannya dengan Xi. Langkah ini diambil setelah pernyataan Takaichi mengenai Taiwan pada November lalu sempat memperburuk hubungan antara Tokyo dan Beijing.

Menurut laporan dari Xinhua, dalam pertemuan tertutup, Xi memberikan peringatan bahwa hubungan kedua negara bisa mengarah pada bentrokan, bahkan konflik terbuka, jika Amerika Serikat tidak menangani isu Taiwan dengan “cara yang tepat”.

Baca juga: KCIC: 53 Ribu Tiket Whoosh Terjual Saat Libur Panjang

Di parlemen Jepang, Takaichi menegaskan bahwa serangan terhadap Taiwan dapat memicu respons dari Pasukan Bela Diri Jepang untuk memberikan dukungan kepada Amerika Serikat. Ia juga menyoroti kekhawatiran Tokyo atas tindakan Beijing yang dinilai semakin “sewenang-wenang” di kawasan.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat menyatakan tidak mendukung kemerdekaan Taiwan. Jepang pun menegaskan kembali posisinya yang konsisten, yaitu menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta mendorong penyelesaian masalah melalui dialog. Meskipun demikian, Tokyo tetap memelihara hubungan non-pemerintah dengan Taiwan.

“Perdana Menteri bisa saja berbicara dengan Trump melalui saluran telepon,” ujar seorang pejabat senior Jepang yang tidak ingin disebutkan namanya.

Percakapan tersebut dinilai penting agar Jepang dapat memahami secara utuh dinamika yang terjadi dalam pertemuan Trump dan Xi, serta mampu menyusun analisis strategis yang komprehensif. “Sulit untuk menebak apa yang akan Trump katakan,” kata seorang pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri Jepang.

Kunjungan Trump ke Tiongkok selama dua hari ini menjadi perhatian besar karena ia merupakan presiden AS pertama yang berkunjung ke negara tersebut dalam kurun waktu hampir satu dekade.

Selain isu Taiwan, Jepang juga mencermati dampak pembicaraan tersebut terhadap kebijakan pengendalian ekspor Tiongkok atas komoditas sipil yang dapat digunakan untuk kepentingan militer (dual-use). Hal ini termasuk kemungkinan pembatasan pasokan tanah jarang yang sangat dibutuhkan oleh industri teknologi Jepang.

Pertemuan kedua pemimpin dunia ini juga diperkirakan akan menyentuh isu-isu lain yang berpotensi berdampak pada kepentingan Jepang, seperti konflik antara AS dan Iran, serta kontrol ekspor strategis yang dilakukan oleh Tiongkok. “Kami harus benar-benar memperhatikan di bidang mana mereka mencapai kesepakatan dan di mana belum tercapai,” ujar pejabat Jepang tersebut.