KabarDermayu.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pasukannya kini menguasai 60 persen wilayah Jalur Gaza.
Pernyataan ini mengindikasikan perluasan wilayah yang dikuasai pasukan Israel melampaui kesepakatan gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat pada Oktober 2025.
Kondisi di Gaza sendiri masih dilanda kekerasan setiap hari. Upaya untuk mewujudkan gencatan senjata yang rapuh dan mengakhiri perang secara permanen tampaknya menemui jalan buntu.
Netanyahu menyampaikan hal ini pada hari Kamis dalam sebuah acara peringatan Hari Yerusalem. Ia menekankan kekuatan yang dimiliki rakyat, negara, dan tentara Israel.
“Dalam dua tahun terakhir, kami telah menunjukkan kepada seluruh dunia betapa dahsyatnya kekuatan yang tertanam dalam diri rakyat kami, dalam negara kami, dalam tentara kami, dalam warisan kami,” ujar Netanyahu.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama perang di Gaza adalah membawa pulang seluruh sandera. “Ada yang berkata: keluar, keluar! Kami tidak keluar. Hari ini kami menguasai 60 persen; besok kita lihat saja,” tegasnya.
Perjanjian gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas, yang berlaku sejak Oktober, mengharuskan pasukan Israel mundur ke “Garis Kuning”. Ini berarti mereka menguasai lebih dari 50 persen wilayah Palestina.
Komentar Netanyahu menjadi konfirmasi resmi pertama bahwa militer Israel memperluas kontrolnya. Sebelumnya, media telah melaporkan pergerakan pasukan Israel ke wilayah yang disebut “Garis Oranye”.
Fase pertama gencatan senjata mencakup pembebasan sandera terakhir yang ditawan Hamas pada serangan 7 Oktober 2023. Sebagai imbalannya, Israel membebaskan tahanan Palestina.
Fase kedua perjanjian ini berfokus pada pelucutan senjata Hamas dan penarikan bertahap militer Israel dari Jalur Gaza.
Namun, kemajuan menuju tujuan-tujuan tersebut terhenti dalam negosiasi yang sedang berlangsung antara Hamas dan para mediator. Media Israel melaporkan bahwa jika Hamas menolak untuk melucuti senjata, militer Israel siap melanjutkan pertempuran.
Netanyahu sebelumnya telah berulang kali mengisyaratkan bahwa Israel akan menyelesaikan operasinya jika kelompok Islam Palestina tersebut tidak meletakkan senjatanya.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 850 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata dimulai. Angka ini dianggap dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Baca juga: Kemarahan Darren Fletcher Terhadap Manchester City dan FA
Selama periode yang sama, militer Israel melaporkan lima tentaranya tewas di Gaza.





