SOKSI Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran demi Ekonomi Pancasila

oleh -6 Dilihat
SOKSI Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran demi Ekonomi Pancasila

KabarDermayu.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) telah resmi ditutup. Acara ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis organisasi dan menegaskan dukungan politik terhadap pemerintahan serta Partai Golkar.

Penutupan Rakernas I dan Rapimnas I SOKSI Tahun 2026 dilaksanakan di Kota Bandung pada Sabtu, 16 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Sekjen DPP Partai Golkar M Sarmuji, dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadzily.

Ketua Panitia Penyelenggara, TB Iman Aryadi, menyatakan bahwa Rapimnas telah merumuskan berbagai rekomendasi, baik yang bersifat eksternal maupun internal.

Secara eksternal, salah satu rekomendasi utama SOKSI adalah mengusulkan pendiri SOKSI, Prof Suhardiman, untuk diakui sebagai pahlawan nasional. Selain itu, SOKSI juga secara resmi memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam upaya pembangunan nasional.

Lebih lanjut, SOKSI mendorong penguatan implementasi sistem ekonomi Pancasila. Hal ini menjadi salah satu poin penting yang ditekankan dalam rekomendasi hasil Rapimnas.

Di samping itu, rekomendasi SOKSI juga mencatat adanya aspirasi kuat dari berbagai Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI. Aspirasi tersebut secara konsisten meminta agar Bahlil Lahadalia memimpin Partai Golkar selama dua periode ke depan.

“Dukungan ini merupakan amanah dari para kader SOKSI. Aspirasi daerah sangat kuat dan konsisten,” ujar Iman Aryadi, menggarisbawahi antusiasme dari tingkat daerah.

Sementara itu, rekomendasi yang bersifat internal mencakup beberapa agenda penting. Di antaranya adalah penyempurnaan program silabus Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB) dan penguatan sistem perkaderan di tubuh SOKSI.

“SOKSI juga merekomendasikan percepatan konsolidasi SOKSI di seluruh Indonesia,” imbuh Iman Aryadi, menekankan pentingnya penguatan jaringan organisasi.

Rekomendasi lainnya adalah terkait penataan konsentrasi dan lembaga-lembaga SOKSI. Selain itu, juga akan disusun peraturan organisasi yang mengatur hubungan antara Partai Golkar dan SOKSI, termasuk penetapan Ketua Umum Partai Golkar sebagai Dewan Kehormatan Khusus.

“Serta rekomendasi penguatan fungsi penanggulangan bencana melalui optimalisasi Bakornas sebagai respons atas perubahan iklim,” tambah Iman Aryadi, menyoroti kesiapan organisasi dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Iman Aryadi berharap agar keputusan dan hasil rekomendasi dari Rapimnas ini dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan organisasi. Ia juga berharap peran SOKSI dalam pembangunan bangsa dapat semakin kuat melalui implementasi hasil-hasil tersebut.

Sebelumnya, dalam pembukaan Rakernas dan Rapimnas SOKSI Tahun 2026, Ketua Umum Depinas SOKSI, Mukhamad Misbakhun, menekankan bahwa forum ini adalah panggung penting untuk konsolidasi internal SOKSI. Acara ini juga bertujuan untuk memperkuat struktur politik Partai Golkar secara keseluruhan.

Dalam pidatonya, Misbakhun menjelaskan bahwa konsolidasi SOKSI merupakan bagian integral dari upaya penguatan konsolidasi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Ia menegaskan bahwa organisasi yang terkonsolidasi dengan baik harus mampu menunjukkan bukti-bukti konkret, terutama melalui sistem kaderisasi yang kuat dan terukur.

Baca juga: Jaya Group Jajaki Kolaborasi Ekonomi Indonesia-Belarus Senilai Rp 7 Triliun

“Apa yang kami lakukan hari ini adalah bagian dari konsolidasi besar Partai Golkar. Konsolidasi SOKSI ini adalah upaya untuk memberikan penguatan terhadap konsolidasi yang dilakukan Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Ormas yang terkonsolidasi harus membuktikan diri melalui kaderisasi yang kuat,” ujar Misbakhun, menekankan pentingnya peran SOKSI sebagai organisasi pendukung.