Anwar Ibrahim Alokasikan Rp 4,4 Triliun untuk Perbaikan Toilet Sekolah

oleh -4 Dilihat
Anwar Ibrahim Alokasikan Rp 4,4 Triliun untuk Perbaikan Toilet Sekolah

KabarDermayu.com – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkapkan alasannya mengalokasikan anggaran besar senilai 1 miliar ringgit atau sekitar Rp4,4 triliun untuk perbaikan toilet di sekolah-sekolah di seluruh negeri.

Keputusan ini disampaikan Anwar Ibrahim dalam pidatonya pada peringatan Hari Guru Nasional Malaysia ke-55 tahun 2026, yang diselenggarakan di Ipoh, Perak, Malaysia pada hari Sabtu.

“Kita menghabiskan hampir 1 miliar ringgit. Saya berpikir, mengapa negara menghabiskan 1 miliar ringgit untuk memperbaiki toilet? Karena toilet-toilet itu belum diperbaiki selama 20 tahun. Tapi Alhamdulillah, kita telah bertindak,” ujar Anwar Ibrahim, seperti dikutip dari teks verbatim di Kuala Lumpur pada Sabtu.

Anggaran sebesar 1 miliar ringgit untuk perbaikan fasilitas toilet di seluruh sekolah di Malaysia ini sendiri telah diajukan oleh Anwar Ibrahim sejak awal tahun lalu.

Anwar Ibrahim menyatakan bahwa tujuannya adalah agar para pelajar dapat belajar tentang kebersihan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai baik, termasuk kesucian toilet jika akan digunakan untuk mengambil air wudhu.

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, Anwar Ibrahim memang secara konsisten memberikan perhatian serius terhadap isu kebersihan toilet, khususnya di lingkungan sekolah. Dalam berbagai kesempatan, masalah kebersihan toilet kerap menjadi sorotan utama perhatiannya.

Ia pun mengakui bahwa pada perayaan Hari Guru tahun sebelumnya, dirinya juga telah mengangkat isu perbaikan toilet sekolah.

Baca juga: KO Kilat yang Menggemparkan Dunia Tinju

“Jika orang-orang menyebut saya ‘Perdana Menteri Toilet’, tidak apa-apa, saya tidak peduli. Tapi, bayangkan, anak-anak kita pergi ke sekolah, toiletnya tidak terawat,” tegas Anwar.

Cerdas Bermoral

Dalam kesempatan yang sama, Anwar Ibrahim juga menekankan betapa pentingnya peran sekolah dan perguruan tinggi dalam mengajarkan pendidikan akademik kepada siswa. Namun, ia menegaskan bahwa hal ini tidak boleh mengorbankan pembentukan nilai-nilai moral.

Menurut Anwar, sebuah negara tidak dapat dikatakan aman hanya dengan mengandalkan kecerdasan semata. Pandangan ini sejalan dengan pemikiran yang diungkapkan dalam buku karya ilmuwan terkemuka, Harry Lewis, yang berjudul “Excellence Without A Soul”.

Anwar Ibrahim mengutip pandangan Harry Lewis yang pernah mengkritik institusi pendidikan ternama di Amerika Serikat, Universitas Harvard. Lewis menyoroti bahwa meskipun Harvard memiliki fasilitas gedung yang megah dan mahasiswa yang cerdas, para mahasiswanya tampak tidak terpengaruh oleh kenyataan kemiskinan yang terjadi di luar lingkungan kampus.

“Kelompok-kelompok yang disebut ghetto, terutama di kalangan orang kulit hitam. Jadi, itu tidak mempengaruhi mereka, tidak menyentuh hati nurani mereka, tidak mengetuk pintu hati mereka sebagai manusia, tidak merasakan apa yang dirasakan anak-anak dan keluarga di luar,” papar Anwar.

Oleh karena itu, Anwar Ibrahim menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai moral, kemanusiaan, dan kepedulian dalam sistem pendidikan. Baginya, sistem pendidikan harus mampu membentuk karakter siswa dengan nilai-nilai moral yang kuat, dan tidak boleh gagal dalam aspek ini.